Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Antrian Masih Jadi Problem Di Tempat Pelayanan Kesehatan Jakarta

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 06:32 WIB | LAPORAN:

Hari itu, belum genap pukul 06.00 pagi namun ratusan orang sudah bersiap untuk mengantri di depan pintu Rumah Sakit (RS) untuk mengambil nomor antrian di salah satu Rumah Sakit di Jakarta.

"Kalau tidak begini, nanti kita dapat antrian yang akhir," kata Wawan seorang pemuda yang ikut dalam barisan panjang antrian tersebut (Senin, 8/1).

Wawan, salah satu dari ratusan orang yang rela datang sepagi mungkin demi mendapat antrian. Kepada wartawan, Wawan bercerita dirinya menemani ayahnya yang didiagnosis mengalami kanker paru. Ketika ia mengantri, ayahnya beristirahat di taman rumah sakit.


"Untuk dapat nomor antrian kita harus nunggu, datangnya sesubuh mungkin itu juga biasanya kebagian dapat nomor 300-an ke atas. Cape juga sih, apalagi setelah itu kita juga mesti antri lagi untuk dipanggil di bagian pendaftaran," ungkap Wawan.

Menurut Wawan, bahkan banyak pula yang rela dari dini hari untuk mendapat nomor antrian awal. Kondisi ini kebanyakan adalah pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan BPJS.

"Maklum saja, saya maupun yang lain yang ngantri di sini kan menggunakan fasilitas BPJS jadi begini, kami juga sudah terbiasa mengantri. Biasanya kami ambil surat rujukan dulu dari Puskesmas Kelurahan kemudian ke RS dengan harus sepagi mungkin untuk dapat antrian awal," tutur Wawan.

Wawan sebagai salah satu masyarakat berharap agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dengan praktis. Sehingga warga dari kalangan menengah ke bawah tidak perlu pergi untuk konsultasi guna mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas Kelurahan dan mengantri panjang di RS.

Terlebih di era teknologi seperti sekarang pemerintah harus mampu membuat inovasi yang dapat mengatasi masalah pelayanan kesehatan secara terintegrasi dengan efektif.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya