Berita

Net

Hukum

Korupsi Bibit Pohon, Polisi Sita Dokumen Dari Balai Kota Makassar

MINGGU, 07 JANUARI 2018 | 16:32 WIB | LAPORAN:

Polda Sulawesi Selatan menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan Kantor Balai Kota Makassar, terkait dugaan korupsi pengadaan bibit pohon ketapang dan UMKM Kota Makassar tahun anggaran 2016.

"Iya sudah selesai (penggeledahan). Hasilnya beberapa dokumen disita," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani kepada wartawan, Minggu (7/1).

Menurutnya, Wali Kota Makassar M. Ramdhan Pomanto juga sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus.


"Sampai saat ini yang bersangkutan masih sebagai saksi. Sudah banyak yang diperiksa," ujar Dicky.

Dia mengakui dalam pengadaan 5.403 pohon ketapang di Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar serta ‎pengadaan barang persediaan sanggar kerajinan Lorong-lorong pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar tahun 2016 terdapat indikasi korupsi.

"Kalau dugaan sih ada, ‎tapi penetapan tersangka belum ada sampai hari ini," ungkap Dicky.

Saat ini penyidik masih mendalami dua kasus yang diduga melibatkan Danny Pomanto sebagai wali Kota Makassar. Bahkan penyidik sudah melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut.

"Sudah selesai (gelar perkara), masih dilakukan pendalaman," kata Dicky.

Dalam perkara itu, Danny Pomanto diperiksa karena merancang program pengadaan barang sanggar kerajinan Lorong-lorong Kota Makassar, menetapkan pagu anggaran dalam DIPA yaitu Rp 1.025.850.000 dan realisasi Rp 975.232.000.

‎Kemudian, saksi lain Gani Sirman selaku kepala Dinas Koperasi menetapkan HPS tidak mengacu perpres dan memecah paket-paket yang seharusnya sepaket dengan lelang umum, ada pemotongan sebesar 30 persen oleh BPKAD. Pejabat pengadaan Idrus menyatakan ‎tidak melakukan kegiatan dan tidak berperan sama sekali, maka diambil alih oleh PPATK. Lalu, Kasubbag Keuangan Angle mengatakan ada paket dipecah-pecah dan ada pemotongan 30 persen oleh BPAKD.

Selain itu, Yakub selaku PPHPD mengaku bahwa tidak ada pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan. Sementara, saksi lain masih diperiksa karena adanya pemotongan 30 persen oleh BPKAD, sehingga dilakukan penggeledahan di Dinas Koperasi dan BPKAD pada 3 Januari. Alhasil, sejumlah uang ditemukan saat penggeledahan‎ yakni mata uang asing dan rupiah sekitar Rp 1 miliar dari hasil fee dan giat fiktif sebagian sudah untuk kepentingan pribadi kepala badan.

Hasil ekspose perkara dengan BPKP, terindikasi korupsi karena adanya volume pengadaan barang, diduga mark up harga serta adanya perbuatan memecah pengadaan barang/jasa untuk menghindari lelang sehingga dilakukan penunjukan langsung.

Ditaksir, kerugian keuangan negara setidaknya sebesar Rp 448.914.250. Sedangkan pengadaan 5.403 pohon ketapang pagu anggaran Rp 6.918.000.000 dan realisasi Rp 5.027.263.000. Kemudian, harga per pohon Rp 200.000 menjadi Rp 250.000 hingga Rp 360.000. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya