Berita

Politik

Buka Rakornas BaraJP Di Rote, Jokowi Lengkapi Perjalanan Indonesia Sentris

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 11:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bila tidak ada aral melintang, Presiden Jokowi akan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin mendatang (8/12)

Rakornas yang mengambil "Berjaya Berkat Indonesia Sentris" dihadiri Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari 34 provinsi. Kehadiran Jokowi di Rote akan melengkapi perjalanannya menjadikan seluruh wilayah Indonesia sebagai pusat pembangunan.

"Sejauh ini Jokowi sudah mengunjungi Sabang (daerah paling barat Indonesia), Merauke (timur), Miangas (utara), kini Rote (paling selatan). Dengan mengunjungi Rote, empat arah sudah lengkap: barat-timur-utara-selatan. Maka konsep pembangunan 'Indonesia Sentris' telah dimateraikan. Lengkap sudah," kata Ketua Panitia Rakornas BaraJP 2018, Viktor Sirait.


Menurut Viktor, Rote memang bukan tempat yang mudah didatangi. Perjalanan dengan menggunakan pesawat udara komersial harus transit dulu di Kupang, lalu naik pesawat kecil ke Rote. Ongkos tergolong mahal, hampir setara dengan perjalanan ke Papua.

"Namun kami tetap memilih Rote, agar 'Indonesia Sentris' benar-benar tercapai. Lagipula belum ada pejabat tinggi yang secara formal datang ke Rote. Maka kami juga mengadakan dialog masyarakat Rote dengan Presiden Jokowi pada tangga 9 Januari," sambungnya.

BaraJP merupakan Relawan Jokowi yang pertama, lahir di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung 15 Juni 2013. GIM dipilih karena menjadi lokasi pengadilan Soekarno tahun 1930 dengan pledoi "Indonesia Menggugat".

Sementara Ketua Umum BaraJP, Sihol Manullang, mengatakan, visi Indonesia Sentris melalui akselerasi pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia yang menjadi ciri khas Pemerintahan Jokowi, terbukti membuat Indonesia kian berjaya.

Pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) terbukti bermanfaat besar. Tol Laut memangkas perbedaan harga antara Jawa dan Indonesia Timur. Kebijakan BBM Satu Harga memudahkan warga di daerah terpencil membangun ekonomi keluarga dan kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Hasil kerja Jokowi membuat tingkat kepuasan publik cukup tinggi. Merujuk pada survei Polmark tingkat kepuasaan terhadap Jokowi sebesar 75,8 persen; menurut SMRC 68 persen; Kompas 70,8 persen; Indikator 68,3 persen; dan CSIS 68,3 persen. Jika dirata-rata, tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintahan Jokowi mencapai 70 persen.

"Tingkat kepuasan yang tinggi tersebut juga bisa dipahami sebagai besarnya ekspektasi masyarakat terhadap keberlanjutan Pemerintahan Jokowi untuk periode ke dua mendatang, sehingga visi pembangunan Indonesia Sentris bisa berkesinambungan dan semakin terwujud," demikian kata Sihol. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya