Berita

Net

Nusantara

Serapan Beras Rendah, Peran Bulog Harus Dikaji Ulang

JUMAT, 05 JANUARI 2018 | 16:11 WIB | LAPORAN:

Peranan Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai pihak yang melakukan penyerapan beras petani sebaiknya dikaji ulang. Menyusul rendahnya angka penyerapan beras pada 2017.

Data dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di Kementerian Pertanian baru-baru ini, Bulog hanya mampu menyerap gabah petani sebanyak 2,46 juta ton setara beras hingga 27 Desember 2017. Angka itu baru mencapai 55 persen dari target yang ditetapkan yaitu sebanyak 4,47 juta ton.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, Bulog kalah bersaing dengan pengusaha dan tengkulak yang berani membeli beras dan gabah petani di atas Harga Pokok Pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah.


Menurutnya, penerapan HPP menjadi bentuk distorsi pasar dan tidak efektif untuk menjaga stabilitas harga gabah dan beras. HPP juga tidak memberi keuntungan bagi petani yang justru hanya menghadapkan petani pada dua pilihan yaitu menjual beras ke Bulog atau tengkulak.

"Yang paling diuntungkan dengan adanya HPP adalah para tengkulak. Mereka sudah tahu harga yang ditetapkan pesaingnya yaitu Bulog dan tinggal memberikan harga yang sedikit lebih tinggi dari HPP. Mau tidak mau petani akan memilih menjual ke mereka, dan mereka yang menikmati untung sekaligus memiliki pasokan beras dalam jumlah besar," jelas Hizkia kepada wartawan, Jumat (5/1).

CIPS memandang segala bentuk intervensi pasar seperti penetapan HPP dan harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas pangan tidak memberi dampak positif pada harga komoditas pangan, dan juga kesejahteraan petani. Petani bisa mendapatkan untung lebih besar kalau mereka bisa menjual berasnya di pasar bebas yaitu pasar yang hadir tanpa intervensi pemerintah.

Untuk itu, Bulog perlu didorong untuk memaksimalkan peran dalam menyalurkan beras dalam situasi darurat dan penanggulangan bencana. Pada 2015, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 1.681 bencana alam yang menewaskan 259 orang dan membuat lebih dari 1,2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Selama kejadian dalam kurun waktu tersebut, Bulog hanya mendistribusikan sebanyak 37,08 persen atau 9.271 kilogram ke wilayah yang terkena bencana.

"Pada paruh pertama tahun 2017 tercatat ada 1.234 bencana alam di seluruh Indonesia. Bulog seharusnya bisa melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksimalkan peranannya dalam menyalurkan dan mengelola beras untuk para korban bencana," imbuh Hizkia. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya