Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Hukum

Sandi Laporkan Barang-barang Gratifikasi Ke KPK

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 20:36 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melaporkan sejumlah barang yang diterimanya selama tiga bulan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Jadi, saya melaporkan lebih dari 12 item ke teman-teman dari KPK, dan yang sebelasnya lagi diverifikasi," ujarnya di Balai Kota, Kamis (4/1).

Sandi menuturkan, barang-barang yang diterimanya merupakan hadiah dari masyarakat yang berkunjung ke Balai Kota.


"Ada yang berbentuk gift dari audiensi," katanya.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, saat ini pihak KPK tengah mendata pemberi dan detail waktu pemberian barang-barang itu.

"Di sini, tapi masih dilengkapi data-datanya karena tadi KPK meminta klarifikasi siapa yang memberikan, tanggal berapa diberikannya. Ada juga tamu yang meninggalkan benda di meja saya," jelas Sandi.

Lebih lanjut, dirinya menerangkan saat dua pekan pertama menjabat sebagai wakil gubernur tidak ada kontrol keluar masuk ruang kerja. Saat itu, Sandi juga sempat menemukan sebuah hadiah berupa bolpoin mewah yang memang sengaja ditinggalkan di meja kerjanya.

"Sudah klarifikasi tadi. Kita tunggu keputusannya apakah itu diserahkan kepada negara atau dikembalikan kepada kita," ujarnya.

Salah satu barang yang diserahkan Sandi ke KPK adalah jaket model bomber yang diterimanya dari Presiden Indonesia ketiga BJ. Habibie sebagai cinderamata, karena Sandi turut berpartisipasi dan memberikan dukungan program pesawat R80.

"Ternyata itu sekarang jadi milik negara. Karena setelah kami laporkan sudah keluar surat keputusannya, SK-nya," demikian Sandi. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya