Berita

Politik

Pemerintah Ingkar Janji, Nelayan Bakal Kepung Istana

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 16:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nelayan seluruh Indonesia bakal turun ke jalan. Unjuk rasa di depan Istana nanti karena pemerintah hingga akhir Desember 2017 tidak memenuhi janji melakukan kajian bersama terkait alat tangkap Cantrang sekaligus melaksanakan dialog nasional antara presiden dengan nelayan.

"Iya benar, kami akan menggelar aksi massa besar-besaran pada pertengahan Januari 2018. Ada dua aksi yang akan kami laksanakan, aksi unjuk rasa serempak di berbagai daerah dan aksi puncak di depan Istana dalam bentuk Apel Kebangsaan Nelayan", kata Riyono, Ketua Aliansi Nelayan Indonesia, dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Kamis (4/1).

Riyono menerangkan, unjuk rasa terpaksa dilakukan karena selama 6 bulan nelayan menunggu janji-janji pemerintah namun tidak kunjung dipenuhi. Bahkan dalam berbagai kesempatan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kerap melakukan provokasi dengan menyebut akan melarang operasional Cantrang mulai 1 Januari 2018.


"Dalam aksi ini kami menuntut agar alat tangkap Cantrang dan Payang kembali dilegalkan. Meskipun pihak KKP tidak mau melakukan kajian, kami telah melakukan uji petik bekerjasama dengan akademisi dan sejumlah pihak yang hasilnya secara ilmiah menyatakan bahwa tidak ada indikasi apapun Cantrang dan Payang merusak lingkungan", Terang Riyono, yang juga alumni Universitas Diponegoro (Undip).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah mengevaluasi peraturan pelarangan 21 alat tangkap yang tertuang dalam Permen KP Nomor 71/2016. Sebagaimana rekomendasi Komnas HAM, pelarangan ini melanggar hak asasi nelayan dan mengalami cacat proses dan substansial.

Peraturan ini juga telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang menyengsarakan nelayan dan pelaku industri perikanan dalam skala yang besar. Setidaknya ada 2 juta masyarakat perikanan yang terdampak secara langsung Permen KP Nomor 71 Tahun 2016, Terang Riyono.

Wakil ketua Aliansi Nelayan Indonesia Sutia Budi menjelaskan aksi serempak nelayan pada tanggal 8 januari besok akan digelar di 15 sentra nelayan di Jawa, Madura dan Sumatera dalam bentuk aksi demonstrasi, apel kesiagaan, pembuatan posko keprihatinan dan penggalangan "Sejuta Surat untuk Presiden".

Sedangkan aksi puncak di depan Istana dalam bentuk Apel Kebangsaan Nelayan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada pertengan Januari 2018. Direncanakan dihadiri oleh berbagai tokoh dan diikuti lebih dari 50 ribu nelayan dari berbagai daerah diseluruh Indonesia. Dalam aksi puncak ini, kami juga akan menggelar Istighosah dan do'a bersama agar Pemerintah terbuka matahatinya.

"Kawan-kawan nelayan sudah bersepakat tidak akan pulang sebelum ada perubahan. Sudah terkonfirmasi 35 ribu nelayan Cantrang yang siap hadir, dan kami setiap hari terus menerima laporan keikutsertaan kelompok nelayan dari alat tangkap lain dan sektor industri perikanan yang terdampak dari berbagai daerah", tutup Sutia Budi.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya