Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Kembali Usut BLBI, KPK Jegal Megawati?

SENIN, 01 JANUARI 2018 | 18:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali mengusut megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) patut diapresiasi. Namun disayangkan, KPK terkesan tebang pilih dan ada muatan politis terselubung dalam menangani kasus yang sudah lama tidak jelas penyelesaiannya ini.

"Tebang pilih karena yang ditangkap dan yang diusut hanya para pejabatnya saja. Tetapi para pengusaha yang menerima BLBI belum pernah disentuh. Dengan tebang pilih inilah mengundang kecurigaan ada muatan politisnya," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni kepada redaksi, Senin (1/1).

Dugaan tersebut, kata Sya'roni, sangat kuat aromanya karena tindakan KPK menahan mantan Kepala BPPN Syarifudin Tumenggung dilakukan secara mendadak dan waktunya di ambang tahun politik 2018 dan 2019. Apalagi, dia mengingatkan, dulu KPK juga pernah tergiring dalam aroma politik ketika ketuanya Abraham Samad mencoba menjadi calon wakil presiden.


"Jangan alergi jika sekarang ada yang menduga KPK sedang bermain politik menyangkut Pilpres 2019. Karena jika diruntut, kasus SKL BLBI yang sedang diusut KPK akan bermuara ke mantan Presiden Megawati yang waktu itu mengeluarkan Inpres yang menjadi dasar terbitnya SKL BLBI. Jadi jika diteruskan pengusutannya, tidak hanya akan berhenti di Syarifudin Temunggung tetapi juga akan berlanjut ke Megawati," jelas dia.

Dia menilai wajar muncul pertanyaan kenapa KPK baru sekarang mengusut kembali kasus SKL BLBI atau menjelang penyelenggaraan Pilpres 2019? Pertanyaan lainnya, apakah langkah KPK ini dalam rangka mematikan langkah politik Megawati? Sebab PDIP hingga kini belum mengumumkan siapa calon presiden yang akan diusung di Pemilu 2019. Padahal Partai Nasdem dan Partai Golkar jauh-jauh hari sudah menegaskan akan mengusung Jokowi menjadi capres 2019.

"Sekali lagi ini hanya dugaan. Oleh karena itu jika KPK tidak ingin dikesankan sedang bermain politik, maka hendaknya mengusut BLBI dengan tidak tebang pilih. Segera tangkap pengemplang BLBI yakni Anthony Salim, Syamsul Nursalim, dan lain-lainnya," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya