Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

BLBI-GATE

Gerindra: Tak Bisa Mempidanakan Megawati Lewat BLBI

JUMAT, 29 DESEMBER 2017 | 23:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono tidak percaya Presiden Joko Widodo menggunakan kasus BLBI untuk menyandera Megawati Soekarnoputri agar PDIP memberikan tiket pencalonan kepada dirinya pada Pilpres 2019.

"Saya rasa ya percuma saja menyandera Ibu Mega dengan kasus BLBI. Tidak ada sama sekali pasal korupsi yang bisa menjerat Ibu Mega dalam release and discharge oleh obligor BLBI," kata Arief kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/12).

Arief mengungkapkan, Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2002 sebagai dasar penerbitan surat lunas kepada sejumlah obligor yang ditandatangani Megawati selaku presiden pada Desember 2002 merupakan kebijakan negara atau pemerintah sehingga Megawati tidak bisa dipidanakan.


Apalagi dalam pertimbangannya, Inpres terbit berdasarkan Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2002 tentang rekomendasi yang berkaitan dengan perjanjian PKPS yang berbentuk Master of Settlement Agreement And Acquisition Agreement (MSAA); Master Of Refinancing And Note Issuance Agreement (MRNIA); dan Perjanjian PKPS serta Pengakuan Utang.

"Nah, kalau dalam penerapan Inpres tersebut ada penyelewengan itu bukan salah Ibu Mega. Hanya orang yang tidak paham hukum yang mau mempidanakan Ibu Mega lewat kasus BLBI," kata Arief.

Karenanya, masih kata Arief, sia-sia saja kalau Jokowi menyandera Megawati dengan kasus BLBI agar PDIP mau mengusung kembali dirinya sebagai Capres 2019.

"Kalau menyandera SBY mungkin kali ya, atau Golkar, PKB dan PPP," katanya menduga.

Terkait belum keluarnya keputusan PDIP akan kembali mencalonkan Jokowi, Arief berprasangka baik. Tak jadi soal apalagi dibandingkan dengan Partai Golkar atau PKB yang sudah dengan tegas menyatakan akan mengusung Jokowi.

"Belum ditetapkannya Joko Widodo akan diusung PDIP kan biasanya harus lewat mekanisme di PDIP misalnya rapimnas atau rakornas PDIP. Ibu Mega dan PDIP mungkin punya penilaian tersendiri tentang kinerja Joko Widodo, kali. Apalagi banyak wong cilik sebagai massa grassroot PDIP yang ekonominya makin sulit selama era Joko Widodo," demikian Arief Poyuono.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya