Berita

Makanan sehat. (Net)

Kesehatan

Survei: Konsumsi Masyarakat di Luar Rumah Lebih Tinggi

RABU, 27 DESEMBER 2017 | 22:16 WIB | LAPORAN:

Kantar Worldpanel Indonesia mengeluarkan rilis terkait kebiasaan konsumen yang lebih sering mengkonsumsi produk siap santap di luar daripada di dalam rumah. Data menunjukkan, pertumbuhan konsumsi di luar rumah mencapai dua kali lipat lebih besar.

Produk siap santap menjadi semakin mudah ditemukan oleh konsumen. Salah satunya berkat ekspansi minimarket di area-area yang mudah dijangkau seperti kompleks perumahan, kawasan sekolah,dan perkantoran.

Perkembangan ini dipantau oleh Kantar Worldpanel secara berkesinambungan. Hasilnya menunjukkan bahwa produk siap santap memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikonsumsi di luar rumah dibandingkan dengan konsumsi di dalam rumah.


Dengan kontribusi sebesar 61 persen dari total pangsa pasar dan diperkirakan akan terus meningkat.

Venu Madhav, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia, mengatakan beberapa produk siap santap yang pada umumnya dikonsumsi di dalam rumah, mampu tumbuh tiga kali lebih tinggi ketika dikonsumsi di luar rumah.

Selain itu, Kantar Worldpanel juga memantau adanya kenaikan konsumsi di luar rumah pada kategori produk. Namun, pada level konsumsi dalam rumah, kategori tersebut cenderung menunjukkan performa yang stagnan, bahkan menurun.

"Kategori minuman jus dalam kemasan menunjukkan penurunan bisnis pada level konsumsi dalam rumah. Namun kategori ini masih berhasil tumbuh pada konsumsi luar rumah, didorong oleh kenaikan frekuensi pembelian," tutur Venu.

Kunci keberhasilan untuk memenangkan pangsa pasar konsumsi luar rumah terletak pada frekuensi pembelian. Terutama untuk kategori-kategori dengan tingkat penetrasi yang mendekati 100 persen.

"Mengambil contoh dari produk minuman dalam kemasan, frekuensi pada pasar in-home terus mengalami penurunan yang berimbas pada turunnya performa bisnis dari segi volume. Di sisi lain, frekuensi konsumsi di luar rumah untuk produk minuman dalam kemasan tetap meningkat," ujar Account Director Kantar Worldpanel Indonesia, Andi Siswanto.

Untuk memaksimalkan tren ini, para produsen perlu memperluas dan masuk ke lebih banyak momen kesempatan.

Jelas terlihat, masih ada begitu banyak peluang dalam pasar out-of-home di Indonesia.

Sudah pasti, kesempatan hadir dengan tantangan.

Jumlah merek yang muncul di lingkup produk siap santap meningkat sementara ruang yang tersedia di toko tetaplah terbatas.

Situasi ini memaksa produsen untuk bersaing dalam meningkatkan visibilitas produk yang memadai.

Maka itu penting bagi produsen untuk memiliki asosiasi merek yang kuat dengan melihat momen dan tetap relevan dalam benak konsumen.

Semakin banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah akan tetap menjadi faktor utama yang mendukung potensi pasar out-of-home.

Seperti halnya siklus tipikal pada hari kerja para kaum urban: bangun tidur - sarapan pagi - pergi kerja - makan siang - santap sore dengan teh atau kopi - makan malam – berkumpul dengan teman atau pulang ke tempat tinggal.

Bisakah kita memastikan bahwa mereka memikirkan merek Anda di setiap momen tersebut dan apakah kita telah menyiapkan strateginya? [tsr]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya