Berita

Politik

Golkar Tarik Kader Dari Pansus Angket KPK

SELASA, 26 DESEMBER 2017 | 18:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Golkar mencabut dukungan terhadap Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto memutuskan Pansus Angket KPK tidak perlu diperpanjang lagi.

Keputusan Golkar tersebut disampaikan Sekjen Partai Golkar demisioner, Idrus Marham.

"Saya konsultasi lama ‎dengan ketua umum Airlangga dan mengambil kebijakan bahwa ketum ingin pansus diakhiri," ujar Idrus kepada wartawan di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (26/12).


Diungkapkan Idrus, Airlangga meminta Pansus Angket KPK mengakhiri masa kerja pada masa sidang berikut yang dimulai 9 Januari 2018. Jika tak diakhiri, Golkar akan menarik anggotanya yang ada di Pansus untuk keluar sehingga tak lagi mengikuti rapat-rapat.

"Jadi pas DPR masuk 9 Januari nanti ingin saat itu sudah diakhiri," katanya.

Alasan mencabut dukungan terhadap Pansus Angket KPK dikatakan Idrus, karena Airlangga tidak ingin KPK dilemahkan. Sementara Golkar mendukung sepenuhnya terhadap pemberantasan korupsi.

"Partai Golkar tidak sedikitpun ingin memperlemah KPK," tukasnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya