Berita

Nusantara

Warga Tolak Penataan Tanah Abang, DPRD: Kemarin Saat Sosialisasi Kemana?

SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan dewan menganggap aneh penolakan sejumlah warga di sekitar Jalan Jatibaru terhadap penataan kawasan Tanah Abang oleh Pemprov DKI Jakarta.Warga mestinya melihat objektif, apalagi sebelum dilaksanakan sudah dilakukan sosialisasi baik kepada warga maupun para pedagang.

"Kemarin semuanya menerima, tidak ada penolakan apapun. Makanya saya heran kalau sekarang tiba-tiba ada suara bernada penolakan," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Riano P Ahmad, Jumat (22/12).

Dia mengingatkan bagi siapapun yang merasa ada yang kurang pas dengan kebijakan Anies-Sandi untuk menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang elegan, tanpa membuat kegaduhan baru.


"Kalau ada saran atau masukan, ya disampaikan saja kepada Pak Gubernur atau lewat kami di dewan. Jangan bikin gaduh-gaduh yang tidak perlu lah. Saya heran saja, kemarin waktu sosialisasi kemana? Kok baru ribut sekarang," ujar Riano.

Suara bernada penolakan diantaranya disampaikan Ketua RW 01, Jalan Jati Baru X, Tanah Abang, Budiharjo. Dia mengaku keberatan karena dampak dari program penataan akses jalan terpaksa ditutup.

Beredar informasi sosok Budiharjo yang pernyataannya dikutip media sudah tidak lagi tinggal di kawasan Tanah Abang. ‎Seorang warga RW 001 kelurahan Kampung Bali mengungkapkan Budiharjo sudah lama tinggal di rumahnya yang terletak di kawasan Bogor.

Budiharjo pindah ke Bogor sejak sebagian besar rumah warga di wilayah RW 01, Jalan Jati Baru X, Tanah Abang, terkena pembebasan lahan oleh Pemprov DKI.

Riano menilai penataan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah tepat. Penataan dilakukan dengan menutup satu ruas jalan di depan Stasiun Tanah Abang, mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WIB, untuk tempat berjualan sekitar 400 pedagang kaki lima (PKL).

"Ini terobosan baru, sebagai jawaban dari tantangan Pemprov DKI. Meskipun ada Blok G, saya bilang jangan ada pemberangusan terhadap pedagang kecil, tetapi harus ada konsep penataan yang semangatnya melindungi semua. Harus ada ruang bagi para PKL," tukas Riano. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya