Berita

KH. Ma'ruf Amin/Net

Wawancara

WAWANCARA

KH. Ma'ruf Amin: Pemboikotan Produk-produk Amerika Keinginan Rakyat, Bukan Maunya MUI

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 10:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Seruan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Ma’ruf Amin pada Aksi Bela Palestina untuk memboikot produk-produk Amerika Serikat menuai pro-kontra. Sebenarnya apa tujuan Kiai Ma'ruf me­nyerukan untuk memboikot produk-produk Amrik? Apakah ini akan berdampak dengan keputusan Amrik yang kadung mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Berikut penuturan lengkap Kiai Ma'ruf Amin ke­pada Rakyat Merdeka:

Alasan Anda menyerukan pemboikotan produk-produk AS terkait dengan keputusan Donald Trump itu?
Itu adalah langkah-langkah ekonominya. Jadi jika Amerika Serikat belum mengubah kepu­tusannya juga maka kita boikot (barang-barang asal AS) sajalah. Supaya tidak ada lagi yang mem­beli produk-produk Amerika, serta menolak investasi dari Amerika dan kita akan mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama. Sebab kalau (pemboikotan itu) hanya di Indonesia itu tidak ada gunanya, maka kita akan ajak negara-negara lainnya. Amerika sekarang ini kan di PBB juga tidak ada yang dukung keputu­sannya itu. Dia hanya sendirian, dia (menang) punya veto saja. Nah, tekanan-tekanan seperti ini akan terus kita upayakan supaya dia mencabut keputusannya.

Selain imbauan pemboiko­tan produk-produk Amerika, apa langkah konkret lain­nya?

Selain imbauan pemboiko­tan produk-produk Amerika, apa langkah konkret lain­nya?
Andaikata Donald Trump tidak mau mencabut keputu­sannya, maka langkah-langkah berikutnya adalah kita meminta PBB untuk meninjau kembali keanggotaan Amerika Serikat di PBB. Karena Donald Trump ini sudah melanggar resolusi PBB yang sudah menetapkan wilayah Yerusalem sebagai wilayah netral. Jika sudah seperti itu, Amerika kan sudah tidak netral lagi, sebab sudah memihak ke­pada Israel. Makanya kita minta supaya keanggotaan Amerika Serikat di PBB dianulir saja.

Seruan pemboikotan ini apakah lantas menjadi sebuah produk fatwa dari MUI?
Oh tidak sebuah fatwa. Itu kan saya tanyakan waktu Aksi Bela Palestina kemarin ya, saya tanya kepada peserta aksi, 'Kalau mis­alnya Amerika tidak mau juga mengubah keputusannya, apa yang akan kita lakukan?' Kata peserta aksi 'boikot'. Jadi ini adalah keinginan rakyat. Boikot adalah permintaan dari rakyat Indonesia. Nanti seruan boikot ini tidak hanya untuk rakyat Indonesia saja, tapi untuk rakyat dunia yang mencintai damai.

Anda saat ini kan anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Seruan pemboikotan ini apakah ju­ga disetujui oleh Presiden Jokowi?
Ya kalau pemerintah seperti­nya tidak seperti itu ya. Mereka belum mengambil sikap itu. Ini kan baru dari rakyat saja.

Lantas apa tanggapan Anda dengan anggapan Wapres Jusuf Kalla yang menilai aksi pemboikotan terhadap produk-produk AS sepertinya hal yang sulit dilakukan, sebab sebagian hidup kita sudah bergantung dengan produk AS seperti Iphone dan Google?
Ini kan kemauan rakyat, rakyat yang mau seperti itu kalau Amerika tidak mau mencabut keputusannya itu. Amerikanya juga bandel kok, maka rakyat bilang boikot. Masa mau mela­wan kemauan rakyat? Bukan MUI yang mau, tapi rakyat yang mengusulkan kepada MUI untuk melakukan pemboikot. Ini kan untuk melemahkan Amerika, supaya Amerika lemah secara ekonomi. Amerika kan selama ini merasa kuat, merasa hebat, jadi mereka berani. Tapi kan kalau produk-produk mereka diboikot, ekonomi mereka kan menjadi lemah. Ini akan menjadi tekanan bagi Amerika sehingga mereka mau mencabut kepu­tusannya. Rakyat sekarang itu sudah cerdas.

Terus jika ada masyarakat yang ingin berangkat langsung ke Palestina dengan tujuan jihad bagaimana?
Tidak perlu kita ke sana, karena itu kan menyangkut prosedur yang rumit. Mereka (Palestina) sebenarnya tidak juga mengharapkan kita untuk datang ke sana. Mereka itu mem­inta bantuan,minta doa. Tapi me­mang yang paling efektif untuk membantu Palestina yaitu kita bantu untuk memboikot produk dari Amerika. Jadi kita tidak perlu pergi ke sana. Lagipula kan pergi ke sana juga susah, di sana juga siapa yang mau menampung,terus kita perang juga pakai apa senja­tanya? Kita kan juga tidak punya senjata, memang mau ditembaki di sana? Jadi kurang pas kalau caranya kita berangkat langsung ke sana. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya