Berita

Kesehatan

Kota Bekasi Temukan Lima Pasien Suspek Difteri

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 20:08 WIB

Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat penambahan pasien suspek difteri sebanyak lima orang pada Desember 2017. Totalnya, sudah ada 17 pasien suspek difteri yang terdata di wilayah setempat sejak Januari 2017.

"Sebelumnya pada Januari-November 2017 ada 12 pasien difteri, delapan di antaranya negatif dan empat di antaranya positif, namun sudah pulih pasca perawatan tim medis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto, kepada wartawan, Jumat (15/12).

Menurut dia, penambahan pasien baru tersebut mayoritas adalah anak usia di bawah lima tahun. Hanya satu pasien yang berkategori dewasa.


Dikatakan Kusnanto, seluruh suspek difteri saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Galaxy, RS Hermina Kemakmuran, RS Awal Bros dan RS Suryanti Suroso Jakarta.

Para pasien tersebut sedang menunggu hasil tes laboratorium terkait penyait yang dideritanya, apakah difteri atau penyakit lain.

"Kami butuh waktu sekitar 4-7 hari hingga hasil uji laboratorium keluar. Selama proses uji laboratorium ini, pasien kita sterilkan dengan antibiotik dan menempati ruang isolasi," terangnya.

Menurut Kusnanto, penambahan jumlah pasien diduga difteri di Kota Bekasi terjadi karena banyak masyarakat yang memeriksakan kesehatan mereka setelah Kementerian Kesehatan mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Jawa Barat ditetapkan sebagai salah satu provinsi rawan penyakit difteri.

"‎KLB difteri ini melibatkan tiga provinsi, salah satunya Jawa Barat. Kota Bekasi adalah bagian dari Jabar, sehingga banyak masyarakat yang mengakses layanan kesehatan untuk melakukan pengecekan gejala penyakit yang serupa difteri," katanya.

Lebih lanjut Kusnanto mengungkapkan, seorang pasien positif difteri di Kota Bekasi pada 2016 meninggal dunia akibat terlambat menerima penanganan medis.

"Satu pasien difteri di Kota Bekasi meninggal tahun lalu karena keterlambatan penanganan medis," terang Kusnanto. [zulfahmi/ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya