Berita

Novanto/net

Hukum

Setya Novanto Rupanya Tidak Suka Dengan Sikap Ganjar Pranowo

RABU, 13 DESEMBER 2017 | 18:28 WIB | LAPORAN:

RMOL. Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) Setya Novanto ternyata tidak suka dengan tindakan Ganjar Pranowo saat Gubernur Jawa Tengah itu masih menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR.

Hal tersebut terungkap dalam dakwaan bekas Ketua DPR RI tersebut yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Menurut Novanto, Ganjar merupakan anggota paling aktif yang mengkritisi usulan proyek yang belakangan diketahui menjadi bancakan sejumlah pihak di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPR RI itu.


"Bahwa karena selama proses pembahasan penganggaran proyek KTP Elektronik Ganjar Pranowo selaku Wakil Ketua Komisi II DPR RI banyak mengkritisi mengenai usualan atau konsep yang diajukan oleh pemerintah, maka sekira akhir 2010 sampai awal 2011 bertempat di lounge Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terdakwa menyampaikan kepada Ganjar Pranowo agar jangan galak-galak untuk urusan KTP Elektronik dengan mengatakan, 'Gimana Mas Ganjar. Soal e-KTP itu sudah beres. Jangan galak-galak ya’,” kata Jaksa Burhanudin membacakan dakwaan.

"Atas penyampaian terdakwa tersebut, Ganjar Pranowo menanggapinya dengan mengatakan, 'Oh gitu ya… Saya ga ada urusan’,” lanjut Jaksa Burhanudin.

Sebagaimana diberitakan, saat bersaksi di persidangan 30 Maret 2017 lalu, Ganjar sempat ditanya hakim soal kegalakannya dalam rapat-rapat pembahasan proyek e-KTP di Komisi II DPR. Menurut Ganjar, saat itu dia hanya menjalankan fungsi pengawasan sebagai anggota DPR. Salah satunya adalah mengenai item-item proyek e-KTP yang dia ragukan saat uji petik.

"Kalau saya temukan ada yang tidak benar, ya saya sampaikan saja,” tegas politisi PDIP itu. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya