Berita

Darmin Nasution/net

Bisnis

Bilang Pemerintah Sengaja Tak Kejar Pertumbuhan Tinggi, Darmin Ngeles Terus

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 17:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, dianggap sedang menghindari tanggung jawab karena tak mampu memacu pertumbuhan.  

Kesan "ngeles" Darmin terbaca dari pernyataannya kemarin, dengan mengatakan bahwa pemerintah sengaja tidak mengejar pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi. Kata Darmin, itu sengaja dilakukan agar tidak terjadi kesalahan seperti di era Orde Baru di mana laju ekonomi kencang tapi malah terjadi overheating.

"Ngeles terus. Kita tahu awalnya di tahun 2015 presiden ingin pertumbuhan 7 persen, seperti tertulis di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Tapi sayang Menko Darmin hanya mampu kasih pertumbuhan 5 persen," ujar peneliti dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra, Selasa (12/12).


Gede menyinggung data Biro Pusat Statistik (BPS) yang dilansir beberapa hari lalu. Hasil survei Desember 2017 melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 adalah sebesar 5,06 persen. Indeks Gini stabil masih di level 0,39. Kemiskinan bertambah 6900 jiwa (menjadi 27,76 juta jiwa) dan pengangguran bertambah 10 ribu jiwa (menjadi 7,04 juta jiwa).

Menurut Gede Sandra, terdapat strategi-strategi untuk mendapatkan pertumbuhan tinggi dengan tetap menjaga kestabilan makro ekonomi tanpa perlu takut terjadi overheating.

Gede memberi contoh Turki yang pada kuartal ketiga 2017 berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 11,1 persen, tertinggi di dunia tapi tetap memiliki makro ekonomi yang stabil.

Gede juga mengingatkan Menko Darmin bahwa upaya mengejar pertumbuhan tinggi dengan tetap mengurangi kesenjangan pendapatan juga sangat dimungkinkan karena pernah dilakukan pemerintah Indonesia di masa lalu.

"Ingat pada era Gus Dur tahun 1999 ke 2000, pertumbuhan naik dari -3,5 persen ke 4,9 persen, tapi Indeks Gini malah terendah sepanjang sejarah di tahun 2001 yaitu sebesar 0,31. Untuk ini, Menko Darmin mungkin bisa belajar pada tim ekonomi Pemerintahan Gus Dur," ujar Gede. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya