Berita

Foto/Net

Hukum

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Dapat Posisi Tiga Di ASEAN

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 16:06 WIB | LAPORAN:

Butuh waktu 18 tahun untuk Indonesia memperbaiki urutan indeks persepsi korupsi (IPK). Saat ini peringkat IPK yang dikeluarkan Transparency International Indonesia di urutan ke tiga di tingkat ASEAN.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan di era orde baru Indonesia menempati peringkat 17 di tingkat ASEAN. Menurut Agus peringkat tersebut merupakan yang paling rendah dari negara-negara di ASEAN.

"Tahun 1999 warisan dari orba IPK kita hanya 17 dari skala 100, kita paling rendah di ASEAN," ujarnya saat mengisi acara hari anti korupsi sedunia (HAKORDIA) yang digelar di Hotel Bidakara, kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/12).


Agus menambahkan tahun lalu, Indonesia telah menyalip peringkat Filipina dan Thailand. Namun kata Agus, Indonesia hanya bisa membuntuti peringkat Malaysia dan Singapura.

Menurut Agus, lembaga anti korupsi di Singapura telah terbentuk sejak 1952 sementara lembaga anti rasuah di Malaysia sudah berumur 50 tahun. Sedangkan KPK baru berdiri di era reformasi tahun 2002. Agus menambahkan Indonesia bisa saja meraih posisi ke-2 namun perlu adanya kerja keras bersama agar indeks persepsi korupsi menuju ke arah yang lebih baik.

"Singapura yang paling baik, mungkin kita menyalipnya perlu waktu yang lama," ujar Agus. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya