Berita

Foto: Net

Nusantara

KRONOLOGI PENGUSIRAN UAS

Ustadz Abdul Somad: Saya Bukan Pemberontak

MINGGU, 10 DESEMBER 2017 | 12:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sehari sebelum berangkat ke Bali, Ustadz Abdul Somad sudah mendengar bahwa ada kelompok masyarakat yang menolak kehadirannya di Pulau Dewata.

Menurut informasi, Komponen Rakyat Bali (KRB) akan menerima kehadiran Ustadz Abdul Somad bila yang bersangkutan mau berikrar kesetiaan pada NKRI.

Atas syarat itu, Ustadz Abdul Somad menyatakan menolak karena dirinya bukan pemberontak dan tidak terdaftar dalam organisasi terlarang manapun. Dia juga menolak karena sudah pernah mengikuti dan lulus Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di tahun 1998 saat hendak berangkat sekolah ke Mesir.


Selain itu, sampai sekarang Ustadz Abdul Somad aktif mengajarkan cinta kebangsaan dari kampus sampai desa terpencil.

Setelah mengetahui upaya penolakan, Ustadz Abdul Somad meminta kepastian dari panitia penyelenggara, yang kemudian memastikan bahwa keadaan baik-baik saja.

Ustadz Abdul Somad dan rombongan tiba di Bali pada pukul 13.00 hari Jumat (8/12). Dari Bandara Ngurah Rai, dirinya dibawa panitia ke Hotel Aston di Denpasar.

Sekitar pukul 16.00 waktu setempat, dirinya dibangunkan oleh panitia. Mencium gelagat kurang baik, Ustadz Abdul Somad meminta anggota timnya untuk membeli tiket kembali ke Jakarta hari itu juga.

Lalu oleh panitia, Ustadz Abdul Somad dibawa ke sebuah ruangan di hotel untuk bertemu dengan pihak yang menolak kehadirannya dan meminta dirinya mengucapkan ikrar.

Dengan alasan-alasan yang sudah disebutkan di atas, Ustadz Abdul Somad menolak. Dia menegaskan bahwa semua tuduhhan itu adalah fitnah.

Pihak yang menolak kehadirannya tidak menerima alasan Ustadz Abdul Somad dan mulai mengeluarkan pernyataan-penyataan yang tidak layak.

Adapun Ustadz Abdul Somad memilih untuk pulang.

Sekitar pukul 17.00, di saat dirinya sedang bersiap-siap untuk meninggalkan hotel, Kapolres dan Dandim setempat mendatangi kamarnya.

Mereka meminta Ustadz Abdul Somad mempertimbangkan keadaan. Kalau dirinya pulang, maka situasi akan berkembang ke arah yang semakin tidak kondusif. Juga disebutkan, bahwa sekitar 5.000 jamaah yan sudah berada di Masjid An Nur Denpasar akan mendatangi Hotel Aston. Di Hotel Aston sendiri, suasana sudah cukup mencekam.

Setelah mendengarkan pandangan dari pihak keamanan, Ustadz Abdul Somad mengambil keputusan untuk melanjutkan kegiatan. Sekitar pukul 18.00 dirinya kembali ke ruang mediasi.

Setelah Kapolres menyampaikan sambutan singkat, salah seorang aktivis NU membawa bendera merah putih dan mempersilakan semua yang hadir pada mediasi itu mencium bendera merah putih.

Dari ruang mediasi, Ustadz Abdul Somad menuju lobi hotel dan bersama dengan semua yang ada di lobi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah shalat Isya, Ustadz Abdul Somad dan seluruh rombongan menuju Masjid An Nur. Ceramah berlangsung sekitar 100 menit dan jamaah sangat antusias.

Selesai ceramah, dia pun kembali ke hotel.

Sekitar pukul 22.00 Ustads Abdul Somad diwawancarai stasiun televisi swasta nasional, dan menjelasakan bahwa dirinya dalam keadaan aman.

Di hari Sabtu (9/12), suasana sudah jauh lebih kondusif. Ustadz Abdul Somad melaksanakan shalat Shubuh di Masjid Baiturrahman. Sepanjang siang dirinya menerima tamu-tamu dari berbagai kalangan.

Menjelang Maghrib giliran pimpinan PW NU, Muhammadiyah, MUI Bali, GNPF, dan sebagainya yang mengunjungi Ustadz Abdul Somad. Lalu setelah Isya Ustadz Abdul Somad kembali ke Masjid Baiturrahmah untuk tabligh akbar terakhir.

Ustadz Abdul Somad meninggalkan Bali dalam penerbangan pagi tadi (Minggu, 10/12).

Penjelasan Ustadz Abdul Somad ini beredar di berbagai grup WA, dan redaksi sudah mengkonfirmasi ke pihak-pihak terdekat dengan UStadz Abdul Somad. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya