Eva Kusuma Sundari/Net
Eva Kusuma Sundari/Net
PADA Hari Hak Asasi Manusia, kita sebagai anggota parlemen, diingatkan akan peran kita untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak rakyat yang kita wakili. Para anggota Parlemen di ASEAN untuk HAM (APHR), yang merupakan anggota parlemen dari seluruh negara Asia Tenggara, berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan demokrasi dan hak asasi manusia untuk semua orang di wilayah ASEAN.
Tahun 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi para pendukung HAM di Asia Tenggara. Di negara demi negara, kita telah menyaksikan kemunduran dari komitmen demokrasi dan HAM serta melihat masyarakat yang rentan tercabut HAM mereka. Di antara perkembangan yang paling penting adalah serangan habis-habisan terhadap demokrasi dan ruang kewarganegaraan di Kamboja, pelestarian perang berdarah terhadap orang miskin di Filipina, dan kekejaman yang tak terkatakan yang dialami suku rohingya di Myanmar. Ada kecenderungan nyata adanya penyusutan ruang demokrasi di kawasan ASEAN.
Semakin banyak, kita melihat para pemimpin Asean di tingkat nasional, regional, dan global yang mencabut tanggung jawab mereka dan gagal mempertahankan hak dan martabat rakyat mereka. ASEAN, khususnya, harus menjelaskan di mana posisinya terkait kecenderungan-kecenderungan yang memprihatinkan tersebut.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Jumat, 10 April 2026 | 12:14
Jumat, 10 April 2026 | 11:51
Jumat, 10 April 2026 | 11:39
Jumat, 10 April 2026 | 11:28
Jumat, 10 April 2026 | 11:16
Jumat, 10 April 2026 | 11:05
Jumat, 10 April 2026 | 11:03
Jumat, 10 April 2026 | 10:53
Jumat, 10 April 2026 | 10:49
Jumat, 10 April 2026 | 10:34