Berita

Foto/Net

Hukum

Andi Mulai Berani Buka Keterlibatan Novanto Di Korupsi KTP-El

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 04:12 WIB | LAPORAN:

Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong akhirnya buka mulut terkait grativikasi terhadap Setya Novanto. Andi yang disebut-sebut tangan kanan Novanto itu pernah memberikan sebuah jam tangan seharga Rp1,3 miliar kepada Novanto.

Pengakuan itu dilontarkan Andi saat sidang lanjutan perkara korupsi proyek pengadaan KTP elektronik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11).

Andi menjelaskan jam tangan yang diberikan kepada Novanto bermerek Richard Mille yang dibeli dari Amerika Serikat. Menurutnya jam tangan mewah itu tidak dibeli dari kocek pribadi, Johanes Marliem ikut berkontribusi. Ide pemberian hadiah itu berasal dari Marliem.


"Dia (Setnov) mengatakan, dia mau ulang tahun. Kita patungan untuk beli jam. Saya berikan kurang lebih Rp650 juta, separuh harga jam, akhirnya Pak Marliem beli Richard Mille di Amerika, total harganya Rp1,3 miliar," ungkap Andi saat memberikan kesaksian.

Lebih lanjut Andi mengakui pemberian jam itu untuk sebagai ucapan terimakasih lantaran Novanto ikut membantu melancarkan persetujuan anggaran proyek pengadaan KTP-el di DPR. Di samping itu, jam tersebut merupakan hadiah bagi ulang tahun Novanto.

Andi mengaku memberikan jam tersebut saat perayaan ulang tahun di kediaman Novanto pada 12 Desember 2012.

"Pak Setya Novanto senang. Saya bilang, Pak ini hadiah dari kami berdua untuk ultah Bapak dan atas bantuan Bapak selama ini," ujar Andi.

Meski sudah dipakai oleh Novanto kurang lebih lima tahun, jam tangan tersebut kembali ke tangan Andi. Hal itu lantaran penyilidikan kasus KTP-el dikebut KPK.

Setelah jam sudah di tangan, Andi saudaranya Vidi Gunawan untuk menjualnya di Blok M seharga sekitar Rp 1 miliar.

"Jadi, sebelum saya ditangkap awal 2017 saya bertemu Pak Nov kembalikan. Ini ribut-ribut KTP-el saya kembalikan. Saya jual, saya suruh Vidi jual ke Tata Watch di Blok M. Dari Rp 1 miliar, Rp650 juta saya ambil sisanya, saya berikan ke staf Johannes Marliem, namanya Pak Raul kalau tidak salah secara cash," kata Andi. [nes]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya