Berita

Foto: RMOL

Hukum

Penyidik Polda Metro Periksa Novanto di KPK

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 15:18 WIB | LAPORAN:

Penyidik Polda Metro Jaya tengah menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (23/11). Mereka mau melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka Hilman Mattauch dalam perkara peristiwa kecelakaan mobil yang menimpanya, Kamis malam (17/11) lalu.

"Sebagai saksi korban atas kecelakaan yang tejadi Kamis, 16 November pukul 18.30 itu di jalan Permata Hijau dengan tersangka inisial HM," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/11).

Kepada wartawan, dia menjelaskan bahwa penyidik akan mengonfirmasi terkait runutan peristiwa kecelakaan tersebut. Diketahui, saat kecelakaan terjadi Novanto duduk di kursi belakang penumpang sebelah kiri. Sementara tersangka Hilman yang mengemudi mobil tersebut.


Namun sebelum itu, kata Halim, Penyidik Polda terlebih dulu akan menanyakan kesehatan Novanto.

"Sebenarnya ada pertanyaan yang wajib. Bagaimana dia keadaan sehat, apakah sudah siap diperiksa, didampingi pengacara. Kemudian juga apa yang diketahui beliau itu yang akan kita tanyakan," jelasnya.

Kepolisian PMJ nampak telah tiba di Gedung KPK sejak pukul 14.00 WIB. Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lapangan, tiga mobil polisi terparkir di sekitar halaman gedung KPK.

Selang beberapa menit Tim Polda memasuk ke lobi KPK, dua kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan juga tiba di Gedung KPK. Otto mengatakan, tim kuasa hukum akan mendampingi Novanto dalam pemeriksaan.

Ketua DPR itu hari ini diagendakan menjalani dua pemeriksaan dengan penyidik KPK terkait kasus korupsi KTP elektronik dan diperiksa sebagai saksi oleh PMJ terkait kasus kecelakaan mobil.

"Mendampingi Pak SN mengenai dua hal. Pertama mengenai pemeriksaan dari Polda. Kedua untuk kasus KTP el yang diperiksa penyidik KPK. Jadi untuk dua hal ini kita belum dapat informasi apa-apa," kata Otto kepada wartawan. [sam]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya