Berita

Foto: Hadi Wijaya/RMOL Jakarta

Kesehatan

BPJS-Kes Dapati 20 Pelajar SMA Terindikasi Kadar CO2

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 13:54 WIB

Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS-Kes) cabang Jakarta Barat melakukan penyuluhan bahaya merokok di SMA Negeri 101 Jalan Joglo Baru, Kembangan, Jakarta Barat.

"Kami bekerja sama dengan Sudin Kesehatan dan Sudin Pendidikan serta IDI untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok bagi yang aktif maupun pasif dengan tema Ti-Rock (Tinggalkan Rokok) kepada pelajar. Tujuannya untuk menekan tingginya perokok," ujar Sagita Mulia Sari selaku kepala Bidang Penjamin Manfaat Primer BPJS Kesehatan seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Jakarta di SMA 101 Joglo Baru, Kembangan, Jakbar, Selasa (21/11).

Sagita juga menjelaskan, dalam penyuluhan ini, kadar CO2 para pelajar diperiksa dengan menggunakan alat smokelyzer. Kemudian, jika dari hasil pemeriksaan alat tersebut menunjukkan perubahan indikator maka akan diberikan edukasi.


"Setiap sekolah, kita lakukan pemeriksaan kepada 70 pelajar. Mereka kita periksa dengan alat yang namanya smokelyzer. Nanti, para pelajar ini kita suruh ambil nafas lalu ditiupkan ke alat smokelyzer. Di situ akan ketahuan dari perubahan indikator yang ada di alatnya, apakah si pelajar ini perokok atau tidak, biasanya kalau dia perokok indikatornya berubah," paparnya.

Sagita membeberkan, dari 70 siswa yang dilakukan pemeriksaan, 20 di antaranya menunjukkan adanya kadar CO2. Nantinya, ke-20 siswa ini akan dilakukan konseling yang didampingi oleh Guru Bimbingan Konseling.

"Kedua puluh siswa ini kita tanyakan, apakah mereka perokok pasif atau aktif. Biasanya kan perokok pasif ini bisa dari menghisap asap rokok dari perokok aktif maupun udara yang tercemar dari asap kendaraan bermotor. Setelah itu kita berikan buku monitoring Ti-Rock dan pemeriksaan rutin," terangnya.

Sagita berharap dengan adanya kegiatan Ti-Rock, angka pelajar perokok aktif menjadi berkurang dan mereka semakin peduli terhadap kesehatan diri juga orang-orang sekitarnya.[wid]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya