Berita

Dokter Spesialis/net

Kesehatan

Minimnya Dokter Spesialis Di Kabupaten Bengkulu Selatan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 22:16 WIB | LAPORAN:

Kabupaten Bengkulu Selatan masih sangat kekurangan dokter spesialis.  Akibatnya, banyaknya pasien yang mengidap penyakit tertentu kesusahan dan terpaksa harus mencari rumah sakit di luar daerah.

Tercatat Bengkulu Selatan hanya memiliki 14 dokter umum dan 5 dokter gigi untuk melayani kesehatan bagi 164 ribu penduduknya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Redhawan Arif mengatakan, selain kekurangan dokter umum dan gigi, daerahnya juga tidak memiliki dokter spesialis yang bertugas menangani berbagai pasien yang menderita penyakit khusus.


"Seperti dokter spesialis kulit dan kelamin, spesialis paru, radiologi serta THT itu kami belum punya," katanya kepada RMOL Bengkulu, Selasa (14/11).

Namun demikian dia mengklaim, kekurangan dokter tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan di Bengkulu Selatan lantaran 14 puskesmas telah memiliki dokter.

Berdasarkan pedoman yang dibuat oleh World Health Organization (WHO), rasio ideal satu orang dokter umum adalah untuk melayani 2.500 penduduk, sementara satu orang dokter spesialis untuk 10.000 penduduk. Bila mengacu pada pedoman ini, maka Bengkulu Selatan kekurangan ratusan dokter umum dan spesialis.

"Jumlah puskesmas dan dokter sudah mencukupi, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan ideal kami butuh tambahan dokter, terutama dokter spesialis. Apabila ada pasien yang memerlukan penanganan khusus oleh dokter spesialis, mereka terpaksa dirujuk ke luar daerah," imbuhnya.

Diketahui, Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini hanya memiliki 1 RSUD dan 14 puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. [san] 

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya