Berita

Foto/Net

Politik

Veteran: Ketika Perang Dulu Agama Tidak Dipertanyakan

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 19:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. "Apa yang kalian dapat dan nikmati pada saat ini, tidak didapat dengan gratis. Jutaan anak bangsa harus gugur agar bangsa bisa merdeka".

Begitu isi cuplikan awal dari sebuah video pernyataan beberapa veteran yang beredar di media sosial YouTube.

Video berdurasi 3.13 menit itu seperti sedang mengingatkan kembali perjuangan para vetaran merebut kemerdekaan Indonesia.


Saat perang memperebutkan kemerdekaan semua anak bangsa dari berbagai kalangan dan daerah bersatu padu. Ada Jong Java, Jong Ambon, Jong Borneo, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond dan lain sebagainya.

Kiprah tentara dalam memperjuangkan kemerdekaan tidak pernah melihat latar belakang golongannya. Perjuangan hanya disandarkan pada nasionalisme.

"Ketika perang dulu agama tidak dipertanyakan, hanya kebangsaan syaratnya. Jika kau cinta bangsa dan Tanah Air ini, mari berjuang bersama. Supaya anak cucumu dan anak cucuku bisa menikmatinya bersama," kata salah satu veteran yang diunggah akun Iswandi Kusuma dengan video yang berjudul 'Jaga Persatuan Bangsa-LVRI'.

Di bagian akhir video yang diperankan lima veteran itu disebutkan, NKRI yang diperjuangkan adalah untuk semua golongan, bukan untuk mayoritas minoritas dan pribumi nonpribumi. Semangat inilah yang diwariskan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada segenap prajurit.

"Apapun latar belakang mu, angkat senjatamu, kelak anak cucumu harus melakukan hal yang sama. Membela dan membangun bangsa adalah hak dan kewajiban kita bersama. Jangan kau sesatkan. Jika kau menghargai perjuangan kami, jangan jadi penyakit tidak tahu berterima kasih. Jaga persatuan bangsa. NKRI harga mati," isi pesan itu. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya