Berita

Politik

Jangan Paksakan Pensianan Jadi Pansel Calon Sekjen DPR

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 15:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Pansel dari internal Kesetjenan DPR harus merupakan pegawai aktif. Artinya, kalau sudah pensiun maka tidak bisa lagi jadi panitia seleksi. Kesetjenan DPR membentuk Pansel untuk memilih Sekjen DPR.

"Namanya juga dari internal, harus pegawai aktif dong. Apa Kesetjenan DPR tidak memiliki orang lagi sehingga harus memaksakan pejabat pensiun jadi anggota Pansel," kata Direktur Eksekutif Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Senin (30/10).

Uchok mengaku prihatin, Pansel calon Sekjen DPR bahkan tidak pernah diumumkan ke publik. Sesuai aturan, setiap Pansel harus diumumkan ke publik sebagai bentuk keterbukaan.


Mantan Sekjen DPR Ahmad Djuned diketahui kini menjadi salah satu anggota Pansel calon Sekjen DPR. Padahal, selama jadi Sekjen, Djuned tidak memiliki prestasi bahkan membuat lembaga DPR semakin terdegradasi.

"Seharusnya pimpinan DPR memperhatikan masalah itu. Sekjen DPR itu sangat penting untuk memperbaiki citra DPR di mata publik. Kalau panselnya saja enggak jelas, bagaimana dapat Sekjen yang bagus," kata Uchok dalam keterangannya.

Uchok meminta Sekretariat Negara untuk membatalkan calon Sekjen yang dihasilkan Pansel. Bahkan, Ia menyarankan agar Sekjen DPR kalau perlu diambil dari luar Kesetjenan DPR.

"Anggaran di Kesetjenan DPR itu tidak sedikit lho. Triliun setiap tahun. Untuk apa itu anggaran? Apa mau dibagi-bagi begitu saja," tegasnya.

Dari sisi etika mantan pejabat di suatu instansi sangat jarang menjadi panitia seleksi. Seharusnya Djuned legowo dan bisa melihat teman-temannya berkompetisi secara fair.

Uchok menambahkan, pimpinan DPR diharapkan mampu memberikan kontribusi yang fair bagi sesama karyawan untuk berkompetisi. Sebab, ke depan Kesetjenan harus mempu mengelola anggaran secara benar dan menjadikan DPR menjadi lembaga yang dipercaya publik. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya