Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Lewat UKP-PIP Diharapkan Pancasila Semakin Hadir Dalam Kehidupan

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 11:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan sosialisasi pementapan Pancasila sudah dilakukan MPR di tiga periode terakhir. Periode 2004-2009, periode 2009-20014 dan periode 2014-2019.

Meski telah disosialisasikan oleh MPR, HNW terus mendorong agar Pemerintah juga mengambil peran dalam sosialisasi Pancasila.

"Kami selalu menyampaikan hal ini kepada pihak eksekutif," ujar HNW saat menjadi narasumber dalam Seminar Pembangunan Hukum Nasional dengan tema 'Revitalisasi Pancasila Dalam Rangka Penataan Regulasi Untuk Membangun Sistem Hukum Nasional' di Jakarta, Kamis (26/10).


Pemerintah diharapkan ikut mensosialisasikan Pancasila, sebab, menurut HNW, MPR memiliki keterbatasan. Anggota MPR yang terdiri sebagai anggota DPR dan DPD, mempunyai kesibukan yang luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

"Anggota DPR dan DPD memiliki kesibukan yang luar biasa. Keterbatasan lain adalah selain institusi MPR yang hanya ada di pusat juga keterbatasan anggaran. Untuk itu Pemerintah harus melakukan sosialisasi Pancasila seperti Penataran P4 namun dengan kondisi yang berbeda," ungkapnya.

Sebagai pimpinan MPR dalam periode 2004-2009 dan 20014-2019, dirinya selalu menyampaikan pentingnya sosialisasi Pancasila kepada Pemerintah. Dirinya bersyukur di masa Presiden SBY dan Presiden Jokowi, respon itu disambut dengan baik.

HNW mencontohkan respon yang baik itu seperti dibentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). "Dengan adanya lembaga ini sosialisasi Pancasila bisa lebih dilaksanakan. Kami berharap respon baik Pemerintah itu bisa semakin mengokohkan Pancasila dan bisa hadir dalam kehidupan," ujarnya.

Dalam seminar tersebut, HNW menyebut bila Pancasila perlu direvitalisasi itu menunjukan seolah-olah Pancasila tidak revital. Untuk itu dirinya bersyukur dengan seminar itu ada kondisi kebangsaan yang layak dijadikan warning untuk memajukan Pancasila.

Dia menyebut ada beberapa negara yang dulu eksis dengan ideologinya namun akhirnya bubar karena tidak bisa mempertahankan ideologinya. "Allhamdulillah, Indonesia yang beragam namun kita tetap bersatu. Ini karena ada pemahaman Pancasila," tambahnya.

Terakhir, HNW menyebutkan ada tiga hal bila ingin melakukan revitalisasi Pancasila. Ketiga hal tersebut adalah. Pertama, menyegarkan kembali sejarah tentang Pancasila, dari proses 1 Juni 1945 hingga 18 Agustus 1945. Kedua, memahami tantangan kebangsaan. Ketiga, semakin menggencarkan sosialisasi Pancasila.

"Seperti yang dilakukan oleh MPR dan UKPIP," papar politisi senior PKS ini. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya