Berita

Politik

Dari Masa Ke Masa

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 08:48 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

STOP menggiring opini Anies Rasis Anti Tionghoa. Ngemeng-ngemeng soal Tionghoa, begini kisahnya.

Gelombang migrasi Tionghoa paling masif terjadi di era Gold Rush (1750). Ada yang cari emas sampe Amerika dan Kanada. Sebagian ke nusantara: Bangka, Borneo, Medan dan Jawa. Menurut Prof Liang Liji, nama "Jawadwipa" sudah ada dalam dokumen Dinasti Han tahun 131 SM.

Di era revolusi, pasca Dr Sun Yat Sen merobohkan Dinasti Qing (1911) sampai masa pra proklamasi Agustus 45, Tionghoa pecah tiga golongan.


Chung Hua Hui (CHH) Pro Belanda. Sin Po, THHK, (Totok atau Singke) berkiblat ke Tiongkok. Partai Tionghoa Indonesia (PTI) Pro Republik Indonesia.

Secara sosial kultural, saat itu Tionghoa pecah dua golongan: Totok dan Peranakan (Babah). Distingsinya di bahasa. Totok masih gunakan bahasa Tionghoa. Sedangkan peranakan gunakan bahasa lokal seperti Melayu, Jawa atau Sunda.

Golongan peranakan pecah dua kubu: Pro Belanda dan Pro Republik. Kelompok totok sekali pun menolak status sebagai "Indonesier", namun mendukung kemerdekan RI. Semangatnya berasal dari spirit revolusioner Dr Sun Yat Sen melawan kolonialisme Eropa.

Otatis, golongan totok bersama PTI berkonflik dengan peranakan Pro Belanda. Pasca kemerdekaan, Pro Belanda terserap menjadi WNI.

Pasca revolusi komunis Tiongkok, Tionghoa totok pecah dua. Ada yang bloking ke Red China melawan Pro Nasionalis Kuomintang.

Era tahun 1950-1965, Tionghoa berhaluan kiri dominan. Dekat dengan Sukarno, PKI dan Beijing. Motornya Baperki. Tionghoa anti komunis jadi marginal.

Soe Hok Gie anti Sukarno. Arief Budiman bergabung dengan MANIKEBU melawan Lekra.

Pasca G30S/PKI, Tionghoa Kiri kocar kacir. Ada yang kembali ke Tiongkok. Harapannya, sesama komunis akan saling melindungi.

Tapi alas, di Tiongkok sedang pecah Revolusi Besar Kebudayaan Proletar (RBKP). The Gang of Four Jiang Qing sedang berkuasa. Banyak kisah Tionghoa dari Indonesia malah diperkusi di Tiongkok. Dituduh sebagai mata-mata asing.

Semasa Orde Baru, taipan Tionghoa mulai menggeliat. Di sisi politik, Tionghoa ngumpul di CSIS dan kelompok-kelompok agama. Ada Harry Tjan Silalahi, Sofyan Wanandi, PK Ojong dan sebagainya.

Reformasi buka pintu bagi generasi kedua Tionghoa Kiri. Mantan CGMI, Pemuda Rakyat, Baperki dan sebagai berhimpun dalam 400-an ormas berbasis Tionghoa yang tiba-tiba lahir.

Semasa Ahok berkuasa, Tionghoa Kiri dan CSIS menyatu. Konflik ideology berakhir. Mayoritas Pro Ahok. Saya cuma tau Lieus Sungkharisma saja yang kontra Ahok.

Pasca Pilkada 2017, Anies-Sandi menang telak. Tionghoa sedang bingung. Terlanjur buka front Anti ASA. Hanya kelompok pengusaha, pebisnis, tukang proyek yang lincah bermanuver. Langsung jilat-jilat Gubernur Baru.

Sebaiknya, Tionghoa melupakan Ahok. Start brand new life. Support Anies-Sandi demi kemajuan Jakarta. Jangan mau dihasut dan dikadalin dengan slogan "Anies Rasis". Itu ngga benar. Jangan lagi berkonyol ria dengan baju kotak-kotak dan kirim bunga. Jangan mau dimasukan ke dalam golongan kaum IQ 1-digit.[***]


Penulis Merupakan Aktivis Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya