Berita

Politik

Sisa Pemberontakan Ahoker

SENIN, 16 OKTOBER 2017 | 15:55 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PASCA Anies-Sandi dilantik, polarisasi Jakarta memasuki fase interbellum atau interwar period. Masa transisi. Mestinya, fase ini masuk kategori periode post war. Tapi belum tuntas.

Sebabnya, Ahoker sisa-sisa masih merilis agenda serangan. They are sick in the head.

Fase interbellum ini flexible. Dinasti Qing butuh 65 tahun menumpas seluruh sisa-sisa kekuatan Dinasti Ming. Sejak Nurhaci menyatakan perang (tahun 1618), naik tahta di Beijing (1644), sampai Kaisar Kangxi menumpas Zheng Keshuang (cucu Koxinga) di Taiwan tahun 1683.


"Perang Jakarta" dimulai tanggal 23/09/2016. Saat Anies-Sandi resmi diusung Partai Gerindra dan PKS. Jakarta direbut tanggal 19 April 2017.

Ahoker kocar-kacir. Para bandit kehilangan proyek. Buzzer dan hoaxer enggak lagi dapet jatah nasi bungkus. Saldo pulsa mereka semakin kritis. Order sebar fitnah menurun tajam. Para bandar mencoba jilat-jilat Anies-Sandi. Segelintir cyber hantu merilis gerakan "Tolak Move-on". Mereka bersumpah jegal Anies-Sandi. At least, Social Media War masih akan berlangsung.

Hersubeno Arief menganalisa Anies-Sandi akan diganggu dari empat arah: Pusat, Internal Pemda, DPRD dan kriminalisasi.

Jarot merotasi 174 pejabat di eselon II , III dan IV Pemprov. Artinya, Anies-Sandi diharuskan bekerja dengan tim rezim lama. Jarot juga tidak mengakomodir program kerja Anies-Sandi dalam APBD 2018. Alhasil, Program Rumah Rakyat DP Nol Rupiah baru bisa dieksekusi di tahun kedua.

Sampai H-1 Pelantikan (16/10), Sosial Media Ahoker (the danger of fasisme sekuler) menggoreng masalah ini.

Saya tidak tahu sampai di mana akurasi analisa Harsubeno Arief. Ada tidaknya skenario jahat macam itu, saya kira Anies-Sandi mesti mengkonsolidasi kekuatan.
"Gerakan Massa" adalah kuncinya. Modalitas dedikasi ratusan organ relawan harus dirawat dan diperkuat. Dengan budget minim, mereka sanggup menumbangkan Badja dua digit.

Kordinasi dimensi nyata dan cyber adalah bagian dari "multipoint action" dalam rangka "clean up corruption", menyatukan warga, mengeliminasi polarisasi Jakarta, melindungi kaum buruh, "restore security" dan etika sosmed.

Anies-Sandi mesti menyelesaikan skandal Sumber Waras, Pembelian Tanah Milik Sendiri di Cengkareng Barat, Indikasi korupsi 18 Puskemas yang diresmikan Jarot, di samping membenahi problem pemiskinan sistemik sebagai hasil dari penggusuran Ahok.

To stay secure, selain re-organisasi relawan, saya kira Anies-Sandi perlu mengembangkan kapabilitas defensif dan ofensif sebagai counter measurement social media warfare attacks. Pemetaan strategi unconventional cyber warfare membutuhkan waktu, pengalaman, political instink plus planning dan dedikasi.

Saya optimis Anies-Sandi akan sanggup mengeliminasi sisa-sisa pemberontakan Ahoker yang malang itu. It's only a matter of time.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya