Berita

Ahokers/net

Politik

Gimana Enggak Perih

KAMIS, 12 OKTOBER 2017 | 22:10 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

GIMANA hati ahoker enggak perih, kalo liat historical plot pilkada 2017. Ahok kalah 2 digit. Ngilu. Perih. Pedih. Bagaikan disayat-sayat sembilu, lalu disiram Asam asetat C2H4O2 (cuka).

Ahok diusung banyak partai besar, politisi top, taipan, seabrek artis, media, polling, relawan kotak-kotak, dan hantu.

Stigma "Ahok hebat" sudah lama dimainkan. Nancep ke dalam otak bocah-bocah milenial. Saat masa kampanye resmi, atribut mereka paling mewah. Pake kemeja kotak-kotak. Bikin stiker. Sewa artis. Belum cukup, badai sembako dihadirkan. Leaflet hitam disebar. Iwan Bopeng dikerahkan di TPS. Ahok percaya diri menang 1 putaran.


Nyatanya, Ahok sudah kampanye dan bentuk mesin politik ketika program "KTP Gue Buat Ahok dirilis". Booth-booth Teman Ahok dan relawan-berbayar bermunculan. Dana mereka seakan unlimited.

Memasuki putaran kedua kampanye, Ahok diusir di mana-mana. Mereka tetep bagi-bagi sembako, print leaflet gelap, produksi video rasis, dan cetak buku halal memilih pemimpin kafir. Di injury time, mereka hadirkan badai sembako lagi. Kali ini, sapi-sapi juga dimainkan.

Tau-tau, Ahok-Jarot kalah telak. Ini kekalahan termasif sepanjang sejarah pemilu.

Ahoker kejang-kejang. Nangis ngga karuan. Divideoin pula. Balai Kota diduduki. Mereka kirim bunga. Nyampah. Ngga puas, mereka beli balon. Tanggal 8 Mei, saya dan Lieus Sungkharisma diusir dari Balai Kota, saat kita mau liat-liat balon Ahokers.

Kepedihan itu belum tuntas. Esoknya, tanggal 9 Mei, Ahok dinyatakan terbukti menoda agama. Kena pasal 156A. Hukumannya dua tahun.

Sore itu juga, Ahok dioper ke LP Cipinang. Ahoker semakin perih. Mereka nangis, guling-guling di aspal, dan jerit-jerit bebaskan Ahok. Seorang pejalan kaki digebukin hanya karena pake baju putih.

Ahokers yang perih menjadi kalap. Sudah kalah telak, eh masuk bui pula. Mereka mengepung LP Cipinang. Koyak-koyak gerbang penjara. Mirip orang sarap. Polisi meludahi muka seorang Ahoker perempuan. Malamnya mereka bakar ban.

Lalu, mereka rilis aksi lilin. Mereka export masalah ke luar negeri. Ahoker non WNI menggelar aksi di beberapa negara. Mereka mengecam peradilan Indonesia.

Hari demi hari berlalu. Banyak pengusaha die hard Ahoker middle class cari aman. Mulai jilat-jilat Anies-Sandi. Tim buzzer dan lie factory Ahokers bubar. Ngga ada bandar lagi. "Ahokers Sisa-Sisa" tetap menggerutu. Tetap melancarkan black campaign terhadap Anies-Sandi.

Mereka bilang Anies-Sandi Gubernur ASU, Gubernur Saracen, Menang karena dagang ayat dan mayat.

Pedihnya hati mereka. Kampanye hitam mereka ngga digubris. Publik malah bilang, "Dasar Ahoker Sakit Jiwa".

Bagi Ahoker, Waktu seakan berhenti. Mereka masih hidup di masa-masa kampanye. Ngga sadar, masa itu telah berlalu lama sekali. Sebentar lagi, dalam hitungan hari, Anies-Sandi bakal dilantik. Mata dan muka Ahoker memerah. Gemeretak gigi, nafas tersenggal-senggal, urat muka keras, saat mereka lihat foto-foto Sandiaga Uno fitting pakaian gubernur.

Hati Ahoker semakin perih, seakan ada belati di dalam liver, mana kala semua black campaign mereka jadi bumerang. Alih-alih bikin masyarakat benci, semakin banyak orang cinta Anies-Sandi. [***]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya