Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kontroversi Yang Direkayasa

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 12:29 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

INSTRUKSI Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memutar kembali film Penghianatan G30S/PKI direstui Presiden, Menko Polhukam dan Menteri Dalam Negeri. Masyarakat dan TV One ikut ngadain acara serupa.

Rencana penayangan TV One diganjal. Bisa batal akibat tekanan provokasi. Ada kekuatan yang berusaha menggagalkan pemutaran film. Suka tidak suka, Penayangan TV One jadi indikator duel antara Nasionalist vs Komunis. Bila batal tayang, Komunis menang. Hantu berubah jadi nyata.

Crystal clear, ada pihak kepanasan. Bisa dilihat di sosmed. Mereka rilis statement, bikin meme, caci-maki. Seperti biasa, mereka bikin polling. Hasilnya kalah melulu. Mayoritas masyarakat pro pemutaran film. Alhasil, mereka makin menggila. Cyberbully dirilis.


Kata Djoko Edhi Abdurahman, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dibully abis-abisan oleh pendukung PKI. Film berdurasi 271 menit itu dituding macem-macem.

Ada kelompok yang bilang film ini enggak akurat, lebih serem dari film Nyai Blorong atau Beranak Dalam Kubur, tidak baik buat anak-anak, film propaganda Orde Baru dan TNI, dan sebagainya.

Faktanya, apa yang dilakukan Cakrabirawa slash PKI lebih serem lagi. Catherine Pandjaitan, putri sulung Mayor Jenderal Anumerta Donald Issac (DI) Pandjaitan, mengalami trauma bertahun-tahun. Tapi enggak ada satu orang diantara komunis bersimpati terhadap para jenderal yang dibunuh dan keluarganya.

Kepada CNN Indonesia, Kapuspen TNI Jenderal Wuryanto mengatakan, "Yang merasa kepanasan itu siapa? Kalau yang merasa kepanasan, orang yang mungkin tersinggung, terlibat di dalamnya".

Pada dasarnya, semua film adalah propaganda. Ada pesan yang ingin disampaikan. Bahkan sinetron murahan adalah alat propaganda life-style seputar selingkuh, intrik dan kehidupan amoral perkotaan. Komersialisasi badan perempuan dibalut alasan seni atau iseng.

Film TOP GUN Tom Cruise murni propaganda US Air Force. Dibuat berdasarkan fiksi murni. Clash antara Rocky Balboa dan Ivan Drago dalam film Rocky IV jelas menyudutkan Uni Soviet. Serial Tour of Duty dan Rambo adalah contoh propaganda heroisme Amerika berdasarkan actual event tapi dikemas dengan pure fiction. Semuanya film fiksi. Ngayal. Pencitraan massif Amerika.

Penghianatan G30S/PKI masuk genre film berdasarkan "true story". Semacam dokumentasi historis. Improvisasi artistik minimal. Tendensinya menyampaikan fakta dengan sebenar-benarnya. Mungkin bisa masuk kategori docudrama. Figur riil. Ngga ada tokoh fiksi. Tidak ada indikasi membesar-besarkan figur Jenderal Suharto. Semuanya proporsional, sesuai fakta sejarah.

Film seperti Titanic, Pearl Harbor, A Beautiful Mind, Apollo 13 dan sebagainya adalah film berdasarkan "true story".

Film berdasarkan "true story" sudah lazim. Ngga ada alasan obyektif untuk bersikap antagonis terhadap film Penghianatan G30S/PKI. Terkecuali mereka takut borok sejarahnya ketauan, takut propaganda komunis mereka jadi macet, takut agenda mereka rusak. Kalo sudah begini, benar kata Jenderal Wuryanto. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya