Berita

Foto/Net

Politik

Ada Operasi Asing Mengadu Domba TNI, Polri dan BIN

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 05:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Polemik pembelian senjata yang berujung pada ketegangan antara Polri, TNI, dan BIN merupakan operasi intelijen yang dilancarkan pihak asing untuk mengadu domba ketiga institusi tersebut.

Begitu kata pengamat terorisme dan intelijen dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (25/9). Ridlwan mengaku sudah melakukan penelusuran untuk mencari akar dari adu domba ini.

"Dari penelusuran dengan metode open source intelligence atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan medsos," ujar Ridlwan di Jakarta.


Dia kemudian menjabarkan penelusurannya. Pada tanggal 23 September pukul 22.00 muncul tanda pagar (tagar) di media sosial #PanglimaTantangBIN. Tagar itu sempat menjadi trending topic di Twitter.

"Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun akun asli," sambung alumni pascasarjana Kajian Intelijen UI itu.

Tagar #PanglimaTantangBIN, jabarnya, menggunakan link URL sebuah berita di website www.perangbintang.com. Website perangbintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 yang berada di Naples, Florida, Amerika Serikat.

"Setelah saya cek, website itu dihosting dari luar negeri. Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan," kata Ridlwan.

Pagi hari, tanggal 24 September isu makin memanas karena beredar berita melalui WhatsApp Group yang mengutip situs perang bintang.com.

"Padahal di berita itu hanya wawancara fiktif seolah-olah Kepala BIN diwawancarai. Padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan," kata Ridlwan.

Selain BIN, akun-akun anonim juga memanaskan situasi dengan seolah-olah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan dengan gambar-gambar hoax.

Dia mencontohkan salah satu postingan di media sosial yang menunjukkan tumpukan gambar senjata AK47 yang disebut sebagai milik Polri.

"Setelah ditelusuri di internet itu gambar tumpukan senjata di konflik Yaman tahun 2016. Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoax," katanya.

Dia menilai isu ini adalah upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh. Tujuannya agar masyarakat saling curiga termasuk personel di dalam kepolisian, BIN, dan TNI.

"Operasi intelijen asing yang sangat berbahaya karena mengadu domba para Bhayangkari negara, padahal hubungan Panglima, kepala BIN, Kapolri harmonis dan baik baik saja," katanya.

Lebih lanjut, dia menilai respon Menkopolhukam Wiranto dalam menenangkan suasana sudah tepat dan terukur.

"Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai," pungkasnya. [ian]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya