Berita

Prabowo (tengah)-Zeng (kiri)

Politik

Empat Jam Di Hambalang

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 06:43 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PA Prabowo Subianto tinggal di puncak bukit Hambalang. Diselimuti tabir pepohonan tua, belukar, dan semak berduri. Secluded. Terisolasi. Menyendiri. Like a hermit. Jauh dari keramaian. Dekat dengan alam.

Di situ, binatang hidup bebas. Tikus nyantai hilir-mudik. Semut-semut tidak pernah diusik. Sarang laba-laba dibiarkan. Ada kalajengking. Kadang, seekor ular keluar di pagi hari. Meringkuk ngga bergerak. Menikmati sinar matahari pagi. Sunbathing. Pa Prabowo melarang anak-buahnya mengusik binatang-binatang itu.

Baginya hidup terlalu berharga dan indah. Setiap pagi, aktifitas pertamanya adalah buka jendela, hirup udara pagi, menikmati keindahan bunga-bunga dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan.


Kamis, 21 September 2017, Pa Prabowo berkenan menerima kedatangan Ikoh Rahmawati, Lieus Sungkharisma, Yap Hong Gie (anak almarhum Yap Thiam Hien) dan saya. Dia tampak lebih kurus. Katanya turun 10 kilo dalam sebulan. Dia merasa lebih sehat.

Sambil makan siang, Pa Prabowo bercerita banyak hal. Masalah politik, filsafat, ekonomi, keynesian, militer, pengalaman perang, sejarah, konsep kepemimpinan, ajaran para senior prajurit dan guru-gurunya, soal alam, falsafah hidup dan lain sebagainya.

Dia punya kepasrahan di atas rata-rata. Berkali-kali peluru melesat dekat badannya. Harta, posisi, jabatan, semuanya milik Tuhan. Dia sangat sederhana. Humoris. Banyak tertawa. Good listener.

Banyak orang bilang Pa Prabowo sangat cerdas. Ternyata benar. Dia fasih bicara perbedaan antara sistem kapitalisme dan sosialisme kerakyatan. Dia tau dan mengerti berbagai polemik dan situasi nasional.

Ada dua orang mantan anak buah Pa Prabowo menemani diskusi kami. Seorang Brigadir Jenderal dan Mayor Jenderal. Mereka cerita kisah sewaktu Pa Prabowo jadi komandan mereka. Dua puluhan tahun yang lalu. Sewaktu masih bertugas di Kostrad.

Menurut mereka, ngga ada komandan sebaik Pa Prabowo. Dia selalu loncat duluan saat terjun payung, ikut survei malam lewati pematang sawah, mengutamakan anak buah daripada diri sendiri. Mereka cerita seputar kesuksesan meringkus Xanana Gusmao di hutan Timor Timur.

Bagi Pa Prabowo, tidak ada anak buah yang salah. Yang ada adalah komandan yang bodoh.

Saya baru tau, ada banyak jenderal yang dibantu dan direkomendasikan Pa Prabowo kepada Pa Harto. Anehnya, sekarang mereka justru tampak bersikap antagonis terhadap Pa Prabowo.

Salah satu nilai yang dipegang Pa Prabowo adalah falsafah Presiden John F Kennedy yang mengatakan, "Never fear to negotiate, and Never negotiate out of fear". Baginya, perdamaian adalah yang utama. Selalu ada solusi bagi semua masalah. Sebisa mungkin, dia menghindari clash dan kekerasan.

Falsafah Tao yang mengatakan, "seribu teman masih kurang. Seorang musuh sudah terlalu banyak" juga mempengaruhi tindakan Pa Prabowo.

Tak terasa, empat jam kita diskusi. Sebelum pamitan, Lieus Sungkharisma menyanyikan lagu "I did it my way". Pa Prabowo puji suara Bang Lieus. Dia bilang, kita bisa panggil dia "Lieus Sinatra" mulai sekarang. [***]

Penulis adalah Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya