Berita

Nila Moeloek/RM

Kesehatan

Pasien Bayi Sering Ditelantarkan, Menkes Harus Bertindak Cepat

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 20:12 WIB | LAPORAN:

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diminta bertindak cepat merespon dan menangani persoalan pelayanan kesehatan bagi para pasien, terutama pasien ibu dan anak.

Menurut Sekjen Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Dika Moehammad, selama ini, sudah terlalu banyak korban, yang mana pasien anak ditelantarkan dan tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.

"Pekan lalu kita masih didera persoalan anak bernama Deborah yang meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, karena tidak ada tindakan. Juga ada ibu yang mengandung bayinya, yang ternyata bayinya meninggal dunia di dalam rahim, dan baru beberapa hari berikutnya dioperasi. Kini, terjadi lagi bayi dari Nyonya Revita Christianti Gunawan yang sangat mendesak mendapatkan Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Sumber Waras, namun tak kunjung memperoleh perhatian serius,” jelas Dika Moehammad kepada redaksi, Jumat malam (15/9).


Dia menjelaskan, pasien dengan Nomor BPJS 0002223817738 itu adalah anak bayi yang lahir [ada 11 Februari 2017. "Mengalami panas, batuk dan amandel. Tetai tidak diurusi pihak BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Diterangkan Dika, hingga saat ini, bayi itu masih berada di RS Sumber Waras dan belum mendapatkan ruang rawat inap. "Mohon agar Dinas Kesehatan DKI Jakarta segera membantu memfasilitasi ruang rawat inap,” ujarnya.

Diterangkan dia, sesuai dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan, pada pasal 32 ayat 1 diatur bahwa dalam keadaan darurat fasilitas pelayanan kesehatan baik pemeritah maupun swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan  kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan pencatatan terlebih dahulu.

"Akan tetapi kewajiban itu tidak pernah diindahkan oleh pihak Rumah Sakit dan juga BPJS Kesehatan,” ujar Dika.

Dikarenakan minimnya respon dari para pemangku jabatan terkait, Dika menyampaikan bahwa pihaknya sudah bersurat segera kepada BPJS Kesehatan, kepada Dinas Kesehatan Provinsi, kepada Direktur Rumah Sakit Se-DKI Jakarta dan juga kepada Komisi E DPRD DKI Jakarta yang berurusan langsung dengan kondisi itu.

"Nyatanya, hingga kini pun tidak direspon,” pungkas Dika. [sam]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya