Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi-JK Harusnya Di Atas 80 Persen

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 17:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tidak bergeser di angka 60-an persen menunjukkan bahwa kerja keras yang selama ini dilakukan Jokowi-JK kurang mendapatkan apresiasi.

"Bila Presiden Jokowi sudah merasa bekerja keras untuk rakyat, mestinya tingkat kepuasan publik meningkat tajam. Namun yang terjadi tingkat kepuasan publik masih di bawah 70 persen," ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Selasa, 12/9).

Hal tersebut disampaikan Sya'roni menanggapi hasil survei terbaru Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Hasil survei yang dirilis CSIS kemarin menyebutkan 68,3 persen publik puas dengan kinerja Pemerintahan Jokowi-JK. Angka ini meningkat dibandingkan 50,6 persen tahun 2015 dan tahun 2016 sebesar 66,5 persen.


Menurut Sya'roni, tingkat kepuasan terhadap pemerintah seperti tergambar dari survei CSIS sangat pas-pasan, sekaligus mengambarkan bahwa kinerja Jokowi standar-standar saja. Padahal dengan modal politik yang saat ini digenggam oleh Jokowi mestinya bisa mengerek kepuasan publik hingga di atas 80 persen.

Sebab dengan modal politik yang sangat kuat, dimana saat ini Presiden Jokowi didukung oleh kekuatan mayoritas parpol di Parlemen, maka apapun kebijakan Jokowi pasti mendapatkan dukungan politik.

Di sisi lain, sikap kelompok oposisi yang tidak terlalu 'garang menyerang' kebijakan Jokowi membuat kritik terhadap kebijakan Jokowi tidak terlalu keras.

"Bisa disimpulkan bahwa Jokowi saat ini menggenggam kekuasaan tunggal absolut. Tidak hanya para politisi yang mendukung Jokowi, tetapi barisan TNI, Polri, birokrasi, dan bahkan kalangan pengusaha pun solid mendukung Jokowi. Sehingga aneh jika dengan kekuasaan yang begitu besar namun gagal mengerek kepuasan publik," papar dia.

Untuk itu Sya'roni mengatakan patut dipertanyakan tentang efektifitas pemerintahan Jokowi. Jelas sekali ada titik simpul dalam pemerintahan Jokowi yang tidak berjalan sesuai dengan visi Jokowi. Titik lemah ini, masih kata dia, terasa dalam sektor ekonomi dimana indikatornya telah terjadi penurunan daya beli dan banyaknya BUMN yang mengalami kerugian.

"Kalau Jokowi ingin tingkat kepuasannya melejit, maka tim ekonomi harus segera dirombak," tukas Sya'roni. [ian]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya