Berita

Politik

Hasil Survei LSPI, Pilkada Palembang Berlangsung Ketat, Kontestan Lama Saling Salip

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 12:33 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis survei terbaru terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang. Survei yang berlangsung pada 2-8 September berhasil memetakan tingkat popularitas dan elektabilitas beberapa tokoh yang sudah mensosialisasikan diri untuk maju dalam perhelatan itu. Rilis survei dilakukan di Jakarta, Senin, 11 September 2017.

Peneliti LSPI Rachmayanti Kusumaningtyas menjelaskan temuan pokok survei kali ini menunjukan; Pertama, Popularitas kandidat sudah cukup tinggi dan jarak elekbailitas antar-kandidat teratas ada dalam arsir margin of error.

"Data survei mengkonfirmasi, berdasarkan tingkat popularitas dari 15 nama yang diuji, lima nama teratas saat ini adalah Harnojoyo 91,2 persen, Sarimuda 80,7 persen, Mularis Djahri 78,8 persen, Lury Elza Alex 49,8 persen dan Fitrianti Agustinda 42,2 persen," katanya.


Kedua, dari sisi elektabilitas, belum ada kandidat yang memperoleh dukungan sangat kuat (>50 persen). Namun demikian gambaran top of mind tingkat keterpilihan kandidat saat ini menunjukkan data sebagai berikut; Sarimuda 13,3 persen, Mularis Djahri 10,9 persen, Harnojoyo 10,2 persen, Lury Elza Alex 3,2 persen, Fitrianti Agustinda 1,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 0,8 persen.

Ketiga, saat menguji elektabilitas 15 nama secara tertutup, didapat data berikut; Mularis Djahri 25,4 persen menempati posisi teratas disusul lima nama lainnya yaitu Harnojoyo 23,1 persen, Sarimuda 22,3 persen, Lury Elza Alex 8,5 persen, Fitrianti Agustinda 4,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 1,6 persen. Adapun pemilih yang belum menentukan pilihan (Undecided voters) mencapai 10,6 persen.

Keempat, berkaitan dengan modal dukungan yang dimiliki masing-masing kandidat, jika dikalkulasi secara keseluruhan, dukungan pemilih militan (strong supporter) semua kandidat baru mencapai 31,5 persen. Hal ini menunjukan belum ada kandidat yang secara personal memiliki modal dukungan (die hard) sangat signifikan.

"Temuan ini, juga mengindikasikan, perpindahan dan perubahan dukungan pemilih sangat mungkin terjadi. Swing Voters atau pemilih mengambang yang masih ragu dengan pilihannya saat survei dilakukan masih sangat tinggi, mencapai 79.4 persen dari total pemilih," katanya.

Sementara, koordinator wilayah barat LSPI, Muchtar S. Shihab menjelaskan pihaknya telah melakukan dua kali survei dan akan terus melakukan survei berkala setiap 2 atau 3 bulan. Survei September ini menurut Muchtar memberi gambaran terjadinya kontes yang sengit diantara tiga tokoh yang merupakan veteran Pilkada sebelumnya.

"Pada survei LSPI 28 April sampai 4 Mei 2017 lalu, posisi pertama diduduki Sarimuda dengan elektabilitas sebesar 24,7 persen kemudian Harnojoyo, 20,9 persen dan Mularis Djahri, 18,1 persen. Kini posisi itu berubah, Mularis berada di posisi teratas terpaut amat sangat tipis dengan Harnojoyo, sementara Sarimuda terpelanting ke posisi tiga tapi masih dalam rentang margin of error. Jadi memang terjadi saling salip. Hal ini bisa berlangsung terus kecuali ada perubahan pola kampanye dan pergerakan relawan," katanya.

Muchtar menjelaskan  pasangan Mularis - Lury Elza Alex Noerdin memiliki peluang menang lebih besar dibanding yang lain. Secara personal Mularis memiliki elektabilitas sebesar 25,4 persen dan Lury Elza sebesar 8,5 persen, jika digabung elektabilitas keduanya akan berjumlah 33,9 persen.

"Jika keduanya jadi berpasangan, sebagaimana banyak muncul dalam berbagai alat peraga  dan aktivitas kampanyenya, peluang menang mereka cukup besar," katanya.

Muchtar menutup pernyataanya dengan menjelaskan populasi survei yaitu seluruh warga Kota Palembang yang sudah berumur 17 tahun lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan multisage random sampling. Adapun margin of error sebesar ± 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang terdiri hanya 10 responden.

"Quality control dilakukan secara random sebanyak 20 persen dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti," tutupnya. [wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya