Berita

Jenderal Gatot Nurmantyo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Gatot Nurmantyo: Dugaan Korupsi Heli AW 101 Ditangani POM TNI, Dilakukan Dengan Sangat Teliti

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini mengatakan, dirinya tak mau gegabah dalam menetapkan tersangka baru dari kalangan militer dalam kasus dugaan korupsi pembe­lian Helikopter Agusta Westland (AW) 101 dari kalangan militer. Dia menjelaskan, Pusat Polisi Militer (POM) TNI intensif menyidik kasus tersebut.

Selain soal kasus Helikopter AW 101, Jenderal Gatot juga mengomentari tentang kemung­kinan TNI mengirimkan pasukan perdamaian ke Rakhine State, Myanmar untuk membantu etnis Rohingya. Berikut penuturan Jenderal Gatot Nurmantyo;

Bagaimana kelanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter AgustaWestland (AW) 101?

Jadi begini, saya tidak bi­sa menentukan ada tersangka atau tidak, tapi POM TNI telah melakukan penyelidikan bek­erja sama dengan Oditur Militer, Mahkamah Militer, serta Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional Indonesia (Babinkum TNI), yang dilakukan dengan sangat teliti, mengapa demikian? Karena sekali kita menyampaikan tersangka, maka beban psikologis bagi yang bersangkutan dan keluarganya itu sangat besar, jadi tidak boleh salah ini. Tidak bisa secepat cepatnya, jadi secara profesional kita akan melakukan penyidikan, mempertimbangkan dari berbagai aspek, sehingga kita tidak salah menetapkan.

Jadi begini, saya tidak bi­sa menentukan ada tersangka atau tidak, tapi POM TNI telah melakukan penyelidikan bek­erja sama dengan Oditur Militer, Mahkamah Militer, serta Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional Indonesia (Babinkum TNI), yang dilakukan dengan sangat teliti, mengapa demikian? Karena sekali kita menyampaikan tersangka, maka beban psikologis bagi yang bersangkutan dan keluarganya itu sangat besar, jadi tidak boleh salah ini. Tidak bisa secepat cepatnya, jadi secara profesional kita akan melakukan penyidikan, mempertimbangkan dari berbagai aspek, sehingga kita tidak salah menetapkan.

Oh ya terkait konflik Rohingya, apakah TNI ber­encana mengirimkan pasukan perdamaian ke Rakhine?
Kemungkinan itu pasti ada, kar­ena undang-undang kita mewajib­kan, tapi semuanya itu tergantung PBB, karena pasukan perdamaian di bawah kendali PBB. Dan PBB serta TNI selalu siap, kapan pun diperlukan kita siap.

Sudah ada rencana?
Belum ada rencana, tapi kami siap. Kalau diminta, kapan pun kami siap. Kami hanya menyam­paikan kami siap

Kalau soal rencana mengirimkan anggota TNI ke Marawi Filipina untuk membantu menumpas militan ISIS?
Sampai sekarang belum ada, karena proses ini kan proses yang panjang, tidak mungin kita ujuk-ujuk mengirimkan (TNI), karena Filipina kan juga punya undang-undang. Tidak boleh semacam ini. Indonesia juga sama, kalau kita mengirimkan pasukan perdamaian, itu tidak masalah. Tapi kalau kita men­girimkan operasi-operasi militer itu kita dilarang, kan gitu, kita dilarang, maka harus ada undang undang, tapi TNI setiap saat siap, karena TNI harus demikian, 24 jam siap.

Oh ya, apakah dalam perayaan HUT TNI nanti akan memamerkan Alutsista?
Alutsita yang dimiliki, jadi ini bukan besar-besaran, jadi ini ke­wajiban TNI, untuk mempertang­gungajwabkan kepada seluruh rakyat Indonesia, melaporkan, ini loh TNI ini sekarang. Bagaimana perkembangannya, kemudian ba­gaimana pasukannya, agar benar-benar mengetahui, dan mencintai TNI, tapi bukan besar-besaran.

Tentunya ada demonstrasi. Kalau kita lihat alutsista, alutsista itu untuk apa sih, misal pesawat untuk apa, untuk pertempuran atau pertahanan di udara, untuk dari udara nembak ke laut, ang­katan laut bagaimana sih, sama juga, untuk pertempuran laut, un­tuk menembak dari laut ke udara, angkatan darat juga sama. Semua kemampuan itu sedapat mungkin bisa diperlihatkan.

Apakah ada alutsista yang baru?

Alat utama sistem persen­jataan yang baru pasti ada, walaupun tidak signifikan, gitu ya. Itu hanya contohnya, udara ada ya, kemudian kapal selam, kemudian fregat ada.

Bagaimana dengan pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35?
Kita tunggu sudah menunggu, TNI sudah menunggu kurang lebih delapan belas bulan, kita punya satu skadron yang tidak beroperasional sama sekali, kasihan penerbangnya. Satu tahun saja tidak terbang, dia harus berlatih lagi kurang lebih empat bulan, sekarang bayangin kalau sudah delapan belas bulan, delapan belas bulan skadron itu ditutup, karena F5 tidak bisa ter­bang lagi, penggantinya Sukhoi 35, sampai sekarang belum ada kejelasan. Tapi mudah muda­han Departemen Pertahanan, Kementerian Perdagangan men­cintai TNI, dengan cepat mewu­judkannya, karena memang sudah sangat butuh perkemban­gan industri startegis, kita sudah benar, mempersiapkan senjata kita. ***

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya