Berita

Keterlibatan Swasta Di Sektor Vokasional Percepat Peningkatan Kompetensi Kerja

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 07:31 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah mendorong dunia industri (swasta) agar membantu pendidikan maupun pelatihan vokasi di sekolah kejuruan dan Balai Latihan Kerja untuk mempercepat peningkatan kompetensi dari tenaga kerja Indonesia.

Keterlibatan dunia usaha dalam membantu pemerintah akan membuat pendidikan dan pelatihan vokasi  semakin masif dan fokus untuk meningkatkan kompetensi dan mengurangi angka pengangguran.

Demikian disampaikan Menaker M. Hanif Dhakiri, disela kunjungan kerja di Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (8/9).


"Nilai positif dari keterlibatan dunia usaha di adalah  bisa membantu baik dari segi kurikulum, instruktur dan sarana prasarana,  yang lebih sesuai dengan perkembangandan  kebutuhan industri, kata Menaker.

Dalam kunker tersebut, Menteri Hanif mengunjungi  4 SMK  binaan Djarum Foundation yang berada di daerah Kudus yaitu SMK Wisudha Karya, SMKN 1, SMK NU Banat dan Raden Umar Said

Hanif mengatakan pendidikan dan pelatihan vokasi  sudah diputuskan sebagai salah satu prioritas nasional oleh pemerintah Bapak Presiden Joko Widodo sehingga semua moda pendidikan dan pelatihan vokasi terus diperbaiki kualitasnya

"Karena itu kita terus mendorong keterlibatan dunia usaha untuk bisa terus berkontribusi dalam mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja yang memiliki daya saing tinggi, "kata Hanif.

Sebagai contoh kata Hanif Djarum Foundation telah membantu beberapa SMK di Kudus. Ini merupakan contoh yang baik. Di tempat lain misalnya perusahaan Toyota membantu Balai Latihan Kerja Pemerintah di Kupang, NTT.

"Semakin banyak industri-industri membantu pendidikan vokasi maupun pelatihan vokasi di SMK maupun BLK ini tentu akan mempercepat peningkatan kompetensi dari tenaga kerja kita" kata Hanif.

Secara riil Indonesia memang kekurangan tenaga kerja skill. Sampai 2030 setidaknya kita harus produksi 3,8 jutaan per tahun. Selain itu tantangan lainnya adalah pengangguran lulusan SMK, Diploma dan sarjana yang masih banyak karena missmatch kedua under kualifikasi dari lulusan pendidikan dan tenaga kerja

"Ini tantangan yang tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah jadi harus melibatkan dunia usaha dan melibatkan masyarakat lainnya, kata Hanif.

"Dengan keterlibatan industri ini maka antara supply tenaga kerja dengan demand pasar kerja bisa nyambung. Sehingga jika ini terjadi maka mereka yang lulus itu pasti bisa cepat masuk ke pasar kerja, "kata Hanif.

Saat ini Pendidikan vokasi ditangani Kemendikbud, sedangkan Kemnaker menangani vocational training di Balai Latihan Kerja. Karena di Kudus ada peran serta dari Djarum yang membantu pendidikan vokasi ini saya kira ini sangat baik juga untuk menjadi contoh.

"Oleh karena itu saya mendorong agar akses untuk pelatihan kerja yang sifatnya vokasional diperkuat mutunya sehingga bisa menjadi jembatan bagi angkatan kerja baru yang lulusan dari mana pun tetapi belum kompeten maka bisa dilengkapi dengan kompetensi,"kata Hanif.

"Itulah kenapa sekarang saya genjot penguatan akses dan mutu untuk pelatihan kerja sehingga angkatan kerja baru nanti mendapatkan kompetensi yang baik dan masuk ke pasar kerja, "kata Hanif

Pemerintah terus menekan angka pengangguran terus turun. Sekarang 5,3 persen dari sebelumnya 6,18 persen.

"Ini adalah angka pengangguran terendah sejak reformasi. Dengan keadaan seperti ini saya ingin mengajak masyarakat untuk optimis melihat progres dan kemajuan yang dicapai dari bangsa Indonesia," tutup Menaker [wid] .

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya