Berita

Kemenkop Gandeng Pesantren Kembangkan Ekonomi Kerakyatan

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 18:59 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan UKM melibatkan pesantren sebagai basis pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia KUMKM. Kegiatan pelatihan diadakan di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/8).

Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM Prakoso BS mengatakan program pelatihan sebagai upaya untuk mendorong jiwa berwirausaha para santri. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan santri bisa menjadi icon pengembangan ekonomi kerakyatan.

"Kita akan terus menerus mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pesantren. Kita akan lakukan di seluruh Indonesia," tandas Prakoso dalam sambutan pembukaannya mewakili Menkop UKM, AAGN Puspayoga.


Para santri tidak hanya diajarkan tentang nilai-nilai agama di dalam kehidupan pesantren, tetapi yang penting, yakni menanamkan jiwa wirausaha agar kelak menjadi seorang pengusaha yang handal, santri bisa mengabdikan diri bagi masyarakat.

"Di dalam kehidupan dunianya dia (santri) membutuhkan sarana dan usaha. Oleh sebab itu, bagaimana dia bisa konsentrasi menjalankan ajaran agama, tapi perut tidak kosong, punya usaha dan bisa mengembangkan untuk membantu sesama," kata Prakoso.

Setelah berkembang sukses menjadi wirausaha, para santri selanjutnya disarankan membentuk koperasi, dengan maksud supaya mudah mendapatkan akses permodalan, dan pemasaran. Apalagi sedang dibentuk badan usaha milik rakyat (BUMR) yang ke depan bisa saling bersinergi.

"Sesuai dengan kebijakan untuk mengembangkan BUMR dimana koperasi mempunya corporate. Kalau koperasi maju, anggotanya juga punya kemampuan untuk berusaha," ujarnya.

Setelah itu, santri akan diperkenalkan dengan IT melalui program pelatihan. Mengingat Kemenkop UKM mengharuskan setiap permohonan bantuan modal usaha melalui e-proposal. Bantuan modal usaha yang diberikan maksimal Rp 13 juta.

"Yang penting mereka membuat e-proposal supaya mereka membuat proposal yang baik. Untuk persyaratannya harus mengikuti pelatihan, nah ini sudah dilatih," tukas dia.

KH Abdul Aziz Masthuro, selaku Kepala Pondok Pesantren Al-Masthuriyah menyambut baik kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUMKM bagi santrinya. Ia pun meminta 500 peserta yang hadir, supaya mengikuti pelatihan ini secara konsisten, dan penuh proaktif.

"Jadilah peserta yang proaktif, kreatif, konsisten sampai akhir, sehingga pulang dari sini bawa keilmuan yang bisa diamplikasikan ke masyarakat," pinta KH Abdul Aziz Masthuro.

Ia mengingatkan bahwa pesantren merupakan lembaga yang salah satu tugasnya memberdayakan masyarakat sekitar. Sehingga menurutnya sangat penting para santrinya dibekali dengan ilmu berwirausaha.

"Peserta diharapkan kembangkan diri, kembangkan ponpes ini sehingga ponpes tidak tergantung pada orang lain," katanya.

Untuk diketahui jumlah koperasi di Sukabumi sebanyak 1.949 unit. 156 unit diantaranya merupakan koperasi pondok pesantren. Sedangkan jumlah koperasi aktif hanya berkisar 40 persen. Sektor UMK berjumlah 27 ribu terdiri dari usaha primer, skunder dan tertier. [wid]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya