Berita

Agar Generasi Muda Tertarik Koperasi, Mahasiswa Harus Menjadi Ikon Re-Branding

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 15:45 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap mahasiswa bisa menjadi ikon dalam upaya Re-Branding koperasi di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Tujuan Re-Branding agar generasi muda tahu, paham, dan tertarik berkoperasi. Karena, generasi milenials usia 17-30 tahun yang jumlahnya bisa mencapai 60 persen dari total penduduk Indonesia, tidak paham dan tidak tertarik akan koperasi.

Demikian disampaikan, Menkop dan UKM AAGN Puspayoga saat berdialog dengan mahasiswa dari Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Gajah Mada (UGM), di Grand Keisha Hotel Jogjakarta, Senin malam (28/8).

Dalam perbincangan hangat yang juga dihadiri Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS, Menkop menyebutkan, mahasiswa yang mampu bicara tentang koperasi itu sesuatu yang langka.


"Saya berharap mahasiswa UGM mampu menjadi motor dalam Re-Branding koperasi di kalangan generasi muda", imbuh Puspayoga.

Menkop mengakui, tidak bisa mengajak mahasiswa dan generasi milenials lainnya untuk mengenal koperasi dengan cara ceramah, seminar, atau pun workshop. Untuk itu, Kemenkop dan UKM sedang merancang cara yang jitu dan tepat, agar Re-Branding koperasi bisa berhasil.

"Karena itu, saya berharap mahasiswa yang sudah aktif berkoperasi bisa mengajak yang lainnya untuk mengenal dan memahami eksistensi koperasi", kata Puspayoga lagi.

Hanya saja, lanjut Menkop, langkah awal dari Re-Branding koperasi sudah dimulai dengan menggulirkan program Reformasi Total Koperasi. Dimana nantinya dengan dimunculkannya koperasi-koperasi yang berkualitas akan membukakan mata kalangan generasi milenials akan peran koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

"Saat ini, tak usah heran bila banyak koperasi sudah memiliki aset ratusan miliar rupiah hingga triliunan rupiah. Termasuk Kopma, bila dikelola dengan baik dan benar, bukan tidak mungkin bisa menjadi besar", tandas Puspayoga.

Menkop pun menyarankan agar Kopma UGM mengambil satu orang tenaga profesional untuk dijadikan manajer koperasi, sehingga ada yang fokus mengembangkan bisnis koperasi. Menkop mengambil contoh Koperasi Srikandi di Purworejo yang kini semakin berkembang setelah dipegang oleh seorang manajer koperasi. Bahkan, mereka sudah dibina Lotte Mart dalam hal manajemen koperasi dan kualitas produknya.

"Produk Koperasi Srikandi yang berkualitas sudah bisa dijual di Lotte Mart dan dipasarkan juga di Korea", imbuh Puspayoga.

Menkop juga mengungkapkan bahwa dirinya masih terus memperjuangkan agar koperasi tidak dikenakan pajak negara. Minimal, pembagian SHU bagi anggota koperasi tidak termasuk dalam bagian yang dikenakan pajak. Pasalnya, saat ini, koperasi sudah dikenakan pajak dari mulai sebelum SHU dibagikan (25%) hingga setelah dibagikan (10 persen).

"Banyak negara maju seperti Singapura, justru membebaskan koperasi dari kewajiban membayar pajak. Itu salah satu bentuk dukungan kongkrit pemerintah kepada koperasi. Di kita, hal itu belum terjadi dan masih terus saya perjuangkan", tegas Puspayoga lagi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kopma UGM Akhmad Faqihuddin mengungkapkan bahwa pihaknya pada 28 Oktober 2017 mendatang akan menyelenggarakan Olimpiade Koperasi Siswa Nasional 2017 di Kampus UGM. Pesertanya dari Koperasi Siswa se-Indonesia.

"Materi yang dilombakan diantaranya semua tentang perkoperasian, dari mulai aturan-aturan hukum (UU, Peraturan Menteri), hingga pengenalan koperasi. Kami berharap Menteri Koperasi dan UKM berkenan untuk hadir dan membuka acara olimpiade tersebut", kata Faqihuddin.

Dia menambahkan, saat ini Kopma UGM memiliki anggota sebanyak 1064 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas. Selain itu, Kopma UGM juga memiliki beberapa unit usaha yang dikelola. Diantaranya, swalayan (minimarket) di kampus UGM, Warparpostel (logistik) kerjasama dengan JNE dan PT Pos dalan jasa pengiriman, konveksi untuk keperluan kampus dan sekolah-sekolah di sekitar kampus UGM, serta kafetaria atau semacam foodcourt di kampus UGM.

"Kita juga baru mengembangkan program yang dinamakan Wirausaha Anggota. Dimana Kopma mendorong para mahasiswa anggota Kopma untuk menjadi wirausaha. Di samping itu, Kopma UGM di usianya yang 35 tahun aktif dan rutin mengadakan RAT", pungkas Faqihuddin.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya