Berita

AAGN Puspayoga: Kluster Pertanian Padi Di Sukabumi Bisa Menjadi Percontohan Daerah Lain

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 17:44 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan apresiasi kepada Koperasi Ar-Rohmah atas prestasinya mencetak kluster pertanian padi di wilayah Sukabumi dan daerah sekitarnya. Atas keberhasilannya, kluster pertanian padi di Sukabumi akan menjadi percontohan daerah-daerah lainnya.   

"Tahun lalu saya datang kesini masih dalam tahap persiapan. Sekarang, saya datang lagi, sudah berjalan dengan baik", kata Puspayoga saat berdialog dengan kelompok petani anggota Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan yang dikelola Koperasi Ar-Rohmah, di pabrik penggilingan beras moderen BUMR Pangan Terhubung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/8).

Didampingi Sekda Pemkot Sukabumi M Nur Hanafi Zain dan Ketua Koperasi Ar-Rohmah Luwarso, Menkop pun memastikan bahwa dana PKBL (CSR) dari Pertamina sebesar Rp13 miliar untuk program kluster pertanian sudah cair.


"Artinya, dengan lahan pertanian seluas 1000 hektar, bisa dinikmati oleh sekitar 2000-an petani di Sukabumi dan sekitarnya. Bayangkan saja, koperasi ini mampu membeli gabah dari petani di atas harga pemerintah. Petani juga tidak terjebak oleh jeratan tengkulak seperti terjadi selama ini. Kalau sistem seperti ini dirasakan ada manfaatnya oleh petani, saya akan buat lagi di wilayah lain seperti Lampung, Purwokerto, Lumajang, dan Demak", jelas Puspayoga.

Dengan Sukabumi sebagai percontohan, lanjut Puspayoga, pihaknya akan membuat kluster-kluster pertanian di wilayah lain itu seluas total 5000 hektar.

"Sukses kluster padi di Sukabumi akan kita terapkan di wilayah lain. Tentunya, di wilayah lain itu tidak hanya padi melainkan akan mengembangkan tujuh komoditas pertanian lainnya. Saya akan terus berkoordinasi dengan BUMN-BUMN untuk pemanfaatan dana CSR-nya bagi program pembentukan kluster pertanian di seluruh Indonesia", tandas Menkop lagi.

Namun, Puspayoga menegaskan bahwa BUMR yang akan dibentuk harus dikelola koperasi. Karena itu, pemerintah akan bentuk dan kembangkan koperasi-koperasi yang bagus, baru setelah itu, di  BUMR.

"Saya mempunyai target membentuk 25 kluster pertanian lagi di seluruh Indonesia", tukas Puspayoga.

Sementara kelompok petani yang diwakili Asep, pendamping senior dari Koperasi Ar Rohmah, mengungkapka bahwa kehadiran koperasi dan BUMR Pangan sangat membantu kehidupan mereka.

"Selain membeli gabah petani dengan harga bagus, koperasi pun memberikan pinjaman dana tanpa bunga. Bahkan, di saat kami gagal panen, sangat terbantu dengan kehadiran koperasi Ar Rohmah", ungkap Asep.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Ar Rohmah Luwarso menjelaskan, sistem yang diterapkan di BUMR Pangan bukanlah sesuatu sistem yang baru bagi masyarakat Indonesia.

"Dengan sistem Jama'iah maka kita itu saling mendukung dan kompak dalam satu kesatuan kelompok petani. Bila petani sendiri-sendiri dengan kepemilikan lahan tak lebih dari dua hektar, itu bakal lemah di pasar. Namun, bila bersatu menjadi satu kelompok dengan luas lahan 1000 hektar, itu menjadi kekuatan besar bagi kemakmuran petani", kata Luwarso.

Dengan memiliki keunggulan kompetitif seperti itu, Luwarso meyakini tahun 2020 mendatang Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Saat ini, dengan luas lahan 1000 hektar dan anggota 2400 petani, BUMR Pangan mampu memproduksi beras 5600 ton pertahun.

Sedangkan Sekda Pemkot Sukabumi Hanafi Zain menegaskan bahwa pihaknya terus menggulirkan program untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan petani di wilayahnya.

"Maka, saya mengapresiasi keberadaan Koperasi Ar Rohmah dan BUMR Pangan yang merupakan solusi bagi segala masalah petani berikut kehidupan keluarganya. Dengan adanya BUMR Pangan ini juga merupakan jaminan harga bagi petani di saat panen. Petani harus makmur di negerinya sendiri", pungkas Hanafi. [wid]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

KSP Bocorkan Poin Penting Taklimat Presiden Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30

Pembangunan Huntara Ditarget Rampung Seluruhnya Sebelum Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:25

Rancangan Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Tuai Kritik

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:23

Safari Ramadan di Tujuh Provinsi, PTPN IV Bahagiakan Anak Yatim

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:01

Pengemis Musiman Eksploitasi Anak Kembali Marak Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00

Ketua Bawaslu Ungkap Kelemahan Norma Penanganan Pelanggaran Pemilu

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:59

Bukan Teladan, Pimpinan DPD Kompak Belum Lapor LHKPN

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:44

Gibran Silaturahmi ke Habib Ali Kwitang Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:31

Guru Honorer Layak Dapat THR

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:22

Ramadan jadi Momentum Edukasi Penggunaan Air dengan Bijak

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:17

Selengkapnya