Berita

Komjen Budi Waseso/Net

Wawancara

WAWANCARA

Komjen Budi Waseso: Bandar Narkoba Jangan Dikasih Remisi, Mereka Makin Percaya Diri

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 09:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pernyataan jenderal bintang tiga ini makin tegas saja dalam menindak para bandar narkoba. Dia meminta pemerintah tidak memberikan remisi kepada para bandar narkoba. Terkait dugaan adanya jaringan narkoba di ka­langan artis, Jendera Buwas-sapaan akrab Budi Waseso, kem­bali me-warning artis yang masih menjadi bandar dan turut meng­gunakan narkotika agar segera tobat, berhenti menjadi bandar dan menggunakan barang haram tersebut. Buwas memerintahkan anak buahnya agar tidak segan-segan menembak artis yang masih nekat dan berani melawan petugas.

Selain bicara soal narkoba, Buwas juga mengungkapkan rencananya menggelar hajatan pernikahan putrinya Nindya Nur Prasasti yang bakal dinikahi Mochamad Herviano Widayatama. Herviano adalah putra Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan. Rencananya, resepsi dan akad nikah akan digelar pada Sabtu, 2 September 2017, di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Berikut pernyataan Komisaris Jenderal Budi Waseso saat dijumpai di dua acara terpisah;

Baru-baru ini banyak ar­tis terjerat kasus narkoba. Banyak kalangan menilai BNN sengaja menarget para artis agar populis?
Bukan kita menarget, tapi informasi dari penggunaan, baik itu dari Kepolisian mau­pun BNN Teman-teman artis masih banyak (pakai narkoba). Bahkan, ada yang masuk dalam kelompok jaringan, dan ini udah berat. Mudah-mudahan mereka segera berhenti.

Bukan kita menarget, tapi informasi dari penggunaan, baik itu dari Kepolisian mau­pun BNN Teman-teman artis masih banyak (pakai narkoba). Bahkan, ada yang masuk dalam kelompok jaringan, dan ini udah berat. Mudah-mudahan mereka segera berhenti.

Segera keluar dari jaringan itu dan tidak melibatkan. Karena apa, kita akan tindak tegas dan keras. Jangan sampai nanti ada artis yang dijadikan contoh kare­na melakukan perlawanan harus kita tembak. Kalau akibatnya meninggal, itu konsekuensinya. Dalam kacamata penegakan hukum, tidak ada perbedaan perlakuan.

Emangnya artis mau dia­pakan?
Kalau ini nanti dilakukan temen-temen artis dan tidak mau keluar dari jaringan, dan dia terlibat jadi pengedar aktif, dan melakukan perlawanan terhadap penegak hukum, maka akan sama kita lakukan tindakan tegas. Penindakan tidak menge­nal status sosial.

Oh ya, tanggapan Anda soal rencana pelonggaran pem­berian remisi kepada para narapidana kasus narko­tika?
Kalau saya pribadi, nggak usah pakai remisi. Untuk men­gatasinya, sesuai dengan perin­tah Presiden, yang bertugas di lapangan selesaikan. Terus kita sama-sama menangkal itu dan mencegah. Pelaku-pelaku yang sudah residivis tidak usah lagi ada remisi.

Lho kenapa, bukankah mereka juga punya hak untuk dapat remisi?

Sebab, pemberian-pemberian remisi itu akan memberi daya kekuatan bagi dia, kepercayaan diri bagi dia. Mereka akan bil­ang, enggak apa-apa, nanti da­pat remisi. Jadi enggak apa-apa kita melakukan. Anggapannya seperti itu.

Apa yang seharusnya di­lakukan pemerintah agar pere­daran narkotika di Indonesia bisa ditekan?
Ya, harusnya itu khusus un­tuk kejahatan narkotika kita tegas, keras. Kenapa Malaysia, Singapura, tidak bisa berkem­bang peredaran narkoba di sana, karena hukumannya tegas sam­pai saat ini.

Pemakai bisa dihukum mati. Selesai, tidak pakai lambat-lambat. Terbukti, putusan penga­dilan ketuk langsung hukuman mati.

Oh ya, kabarnya pada 2 September nanti Anda bakal menggelar hajatan penika­han putri Anda dengan putra Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan?
Itu kan ibarat jodoh di tangan Tuhan, ya kan. Jadi kita mohon doa restunya saja, doakan. Siapa pun pada akhirnya orangtua in­gin mendoakan anak-anaknya. Jodoh itu kan bukan saya yang menentukan.

Anda kan dengan Jenderal Budi Gunawan sudah kenal cukup lama, apakah pernika­han anak Anda ini melalui proses perjodohan kedua orang tuanya?
Kata siapa yang jodohin? Ya enggaklah, enggak dijodohin, enak aja. Mungkin yang jodo­hin wartawan, masa di zaman modern (masih) dijodohin.

Rencananya siapa saja yang akan diundang?
Ya teman-teman wartawan juga boleh datang. Saya kan di Polri, masa tidak mengundang Kapolri. Saya kan di bawah Presiden, ya komandan saya harus di undang dong. Ya (apa) Presiden datang atau nggak, ya silakan saja, yang penting kan doa restunya. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya