Berita

Charles Honoris/Net

Politik

Keberadaan Grup Penebar SARA Harus Diperangi Bersama

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 06:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberhasilan Polri dalam menangkap sindikat Saracen, yang merupakan kumpulan para penyebar konten hoax dan ujaran kebencian serta konten yang bernada provokatif dengan isu SARA di berbagai media sosial patut diacungi jempol.

Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris menyebut bahwa pengungkapan itu merupakan sebuah prestasi Polri di bidang penegakan hukum Indonesia.

Namun begitu, ia meminta masyarakat untuk turut mengimbangi keberhasilan Polri tersebut dengan ikut berperan aktif jika menemui warga yang terindikasi ikut menyebarkan konten sara. Terlebih para pelaku yang ditangkap sebagian besar datang dari berbagai lapisan masyarakat.


"Ini yang masih perlu perhatian serius tentang pemahaman UU 19/2016 tentang ITE di seluruh lapisan masyarakat," jelas politisi PDIP itu.

Pengungkapan sindikat Saracen, lanjut Charles, merupakan bukti adanya pihak-pihak yang terorganisir dan dengan sengaja menyebarkan keresahan masyarakat melalui ujaran kebencian ataupun hoax. Keberadaan motif transaksional antara sindikat penyebar kebencian dengan pihak yang memanfaatkan jasa sindikat tersebut untuk kepentingan yang tidak terpuji, menurutnya, semakin meresahkan masyarakat.

"Jadi penyebaran ujaran kebencian telah menjadi sebuah komoditas yang dilakukan dengan sengaja demi mendapat keuntungan finansial tanpa memikirkan dampak pada tatanan sosial masyarakat kita," kata Charles.

"Padahal, ujaran kebencian adalah benih dari radikalisme dan aksi-aksi intoleran yang dapat memecah belah bangsa. Oleh karena itu penyebaran hoax, informasi provokatif yang mengancam SARA, ataupun ujaran kebencian harus kita perangi bersama," tambah Charles.

Tiga orang yang menamakan diri kelompok atau grup 'Saracen' ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Berdasarkan hasil amatan patroli siber polisi, grup Saracen kerap memposting berita hoax hingga ujaran kebencian yang bernuansa SARA.

Kelompok Saracen ini diketahui memiliki struktur seperti sebuah organisasi, Mereka beraksi sejak 2015

Adapun tiga tersangka yang ditangkap, antara lain yakni MFT (43) di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017. Ia berperan sebagai bidang Media Informasi. Kemudian, perempuan berinisial SRN (32) di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017. Ia berperan sebagai koordinator grup wilayah. Terakhir, Ketua Seracen berinisial JAS (32) di Pekanbaru, Riau pada 7 Agustus 2017. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya