Berita

Foto: Tim Komunikasi Menaker

Agar Mahasiswa Siap Masuk Dunia Kerja, Ini Saran Menaker

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 17:17 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Benarkah bakat sangat menentukan kesuksesan seseorang? Ternyata tidak. Menurut Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri,  untuk mencapai kesuksesan, bakat hanya berkontribusi sebesar satu persen. “Sisanya ditentukan oleh kerja keras,” ujarnya saat memberikan motivasi kepada mahasiswa pada Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Selasa, 22 Agustus 2017.

Oleh karenanya, menteri yang akrab disapa MHD ini meminta agar mahasiswa
harus membiasakan bekerja keras dan disiplin pada diri sendiri supaya menjadi pribadi yang tangguh dan unggul. Kerja keras akan menentukan nasib seseorang, bukan latar belakang atau asal seseorang.  

Karakter pekerja keras harus melekat pada mahasiswa, agar saat memasuki dunia kerja yang kompetitif, para mahasiswa telah memiliki karakter yang tangguh untuk memenangkan persaingan. "Kerja keras adalah jalan bagi masa depan kita," ujar Hanif.

Karakter pekerja keras harus melekat pada mahasiswa, agar saat memasuki dunia kerja yang kompetitif, para mahasiswa telah memiliki karakter yang tangguh untuk memenangkan persaingan. "Kerja keras adalah jalan bagi masa depan kita," ujar Hanif.

Kepada mahasiswa, Menteri Hanif juga mengingatkan empat hal yang harus ditingkatkan mahasiswa, yakni perkuat karakter, tingkatkan kompetensi, dan tingkatkan kreativitas. Selain itu, mahasiswa juga harus berorganisasi untuk membangun jaringan.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Dekan FISIP Universitas Padjajaran, R. Widya Setiabudi Sumadinata. "Mahasiswa tidak cukup hanya belajar, tapi juga harus mengikuti kegiatan non kurikuler lainnya  dan berorganisasi," ungkap Widya. (***)

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya