Berita

Ilustrasi/net

Nusantara

Korem 174/ATW Bantah Kabar 92 Hotspot Di Merauke

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 17:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Pihak Komando Resort Militer (Korem) 174/Anim Ti Waninggap membantah kabar terdapat 92 titik panas atau hotspot kebakaran hutan di Kabupaten Merauke, Papua.

Kasiter Korem 174/ATW, Kolonel Inf Mohamad Andi Prihantono, menyatakan pihaknya langsung mengerahkan personel untuk mengecek lapangan setelah informasi itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Baca: 92 Hotspot Kebakaran Hutan Terjadi Di Merauke)

"Enggak ada hotspot. Ada pengecekan oleh kami di wilayah, tidak ada sampai 92 hotspot. Yang kelihatan cuma satu," kata Kolonel Inf Mohamad Andi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.


Dia sendiri mengaku heran saat mendengar berita 92 titik panas di Merauke. Anggota Korem diperintahkan untuk memeriksa seluruh wilayah tetapi sejauh ini hanya ditemukan satu hotspot.

"Makanya, kami bingung. Cuaca di sini hujan, kemudian cuaca dingin karena angin basah dari Australia. Di Merauke tidak terlalu panas," katanya.

Selain itu, jika ada titik panas, ia memastikan pihak Korem 174/ATW akan mendapat laporan dari masyarakat.

"Memang tahun 2015 ada kebakaran besar di sini, 2016 enggak ada, dan tahun ini belum ada. Cuaca kondusif," jelasnya.

Ia juga membantah ada perubahan fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan secara besar-besaran yang didahului pembakaran untuk pembersihan lahan.

"Kami sudah komitmen lahan yang sudah cetak sawah tidak boleh dibakar. Kalau dibakar berarti terjadi pelanggaran. Cetak sawah di sini seluas 2000 hektar, tidak ada yang dibakar," ucapnya. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya