Berita

Nusantara

Berubah Merah, Sampel Air Sungai Bah Bolon Sudah Dikirim Ke Medan

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 17:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sampel air sungai Bah Bolon sudah dikirimkan ke Laboratorium Badan Lingkungan Hidup di kota Medan, Sumatera Utara.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kandungan zat pewarna yang sempat membuat sungai tersebut berubah warna menjadi merah pada kemarin sore (Senin, 7/8).

"Kita mau lihat kandungan zat apa sebenarnya yang ada pada pewarna tersebut. Dari situ nanti tentu kita bisa lihat tingkat bahaya yang ditimbulkan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Jekson Gultom, kepada RMOL Sumut, Selasa (8/8).


Jekson memastikan pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum jika ditemukan potensi pencemaran yang dapat merusak kehidupan biota sungai Bah Bolon.

"Nanti kita lihat, apakah pewarna tersebut melewati ambang batas pencemaran atau tidak. Dari situ nanti kita tentukan langkah selanjutnya, artinya kita akan lihat dulu fakta laboratoriumnya," ujarnya

Dinas Lingkungan Hidup Pematangsiantar sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang limbah pewarna tekstil tersebut ke Sungai Bah Bolon.

"Ada beberapa pengusaha pabrik tenun yang sudah ditanya. Tapi, mereka mengaku tidak membuang limbah. Tapi itu kan pengakuan mereka, tentu petugas akan mencari pembuktian," pungkasnya.

Kemarin diberitakan bahwa warga Pematangsiantar, Sumatera Utara, dihebohkan perubahan warna air Sungai Bah Bolon dari cokelat menjadi merah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, pun turut berkomentar atas kejadian ini lewat akun twitternya. Menurutnya, perubahan warna air sungai karena pembuangan limbah. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya