Berita

Brahmantya Satyamurti Poerwadi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Brahmantya Satyamurti Poerwadi: Cabut Subsidi Solar Bagi Nelayan Hanya Wacana, Masih Dipelajari Lagi

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wacana pencabutan sub­sidi solar untuk nelayan yang dilontarkan Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu telah mem­buat resah nelayan kecil.

Menteri Susi mengungkapkan, alasannya mencabut subsidi solar bagi nelayan. Dia bilang, selama ini banyak nelayan kecil justru tidak mendapatkan solar subsidi. Solar itu justru ban­yak mengalir ke perusahaan. Nelayan justru mendapatkan solar dengan harga yang tinggi. "Jadi yang dibayar oleh nelayan itu justru harga termahal. Cabut saja subsidi kalau begitu, yang penting bapak (Direktur Utama Pertamina) janji harus ada so­lar," ujar Susi.

Pernyataan Susi itu memang baru wacana, namun dampak­nya sudah meresahkan banyak nelayan. Untuk itu sejauh ini su­dah sampai mana pembahasan­nya, dan adakah kemungkinan wacana itu direalisir? Berikut pernyataan anak buah Menteri Susi Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahman Satyamurti Poerwadi terkait usulan terse­but;


Jadi apakah usulan Menteri Susi itu sudah akan direal­isasikan?
Kebetulan saya enggak ikut waktu acara dengan Pertamina itu, jadi enggak mengerti ba­gaimana hasil pertemuannya. Cuman usulan itu sebetulnya adalah wacana yang lagi kami pelajari.

Kenapa wacana ini bisa tiba-tiba muncul sih?
Karena subsidi kadang-kadang kan ada yang enggak tepat sasa­ran. Kami akan koordinasikan dengan BUMN, ini bagaimana toh. Kemudian juga dengan DPR. Hal itu kami lakukan untuk melihat pro-kontranya seperti apa. Terkait ini kita juga harus melihat bagaimana dunia internasional. Ini kan sedang dibahas di WTO (World Trade Organization).

Kalau dunia internasional memutuskan untuk mencabut subsidi bagi nelayan, apakah Indonesia akan mengikuti langkah tersebut?
Kalau kita tetep harus ada, ya ada. Tapi intinya wacana itu disampaikan supaya kita koordinasikan. Kita Indonesia masih pelajari.

Artinya belum pasti dicabut sebetulnya ya?
Lho, ini kan wacana untuk dipelajari. Siapa yang mau cabut? Belum dicabut itu baru wacana.

Kami diminta untuk pelajari. Karena kan di daerah itu kadang-kadang subsidi tidak tepat sasa­ran. Kalau enggak tepat sasaran kan kasihan nelayan, mestinya dapat jadi enggak.

Tapi kan katanya ditarget­kan tahun depan?
Belum, belum. Ibu kan lagi kunjungan ke Natuna. Nanti lah nunggu beliau bagaimananya.

Kalau ini baru wacana, lantas apa strateginya agar subsidi tepat sasaran?
Kan kami pelajari. Kan baru disampaikan. Sekarang Pak Sekjen, saya, Dirjen Tangkap kan mempelajari. Kan dipeta­kan dulu letak masalahnya. Jadi begitu.

Apakah akan ada tim yang menbahas wacana ini lebih mendalam?
Ini kan baru wacana, kami akan lihat kebutuhannya dulu seperti apa. Kamk pelajari data-datanya dulu lah mas. Artinya kalau bisa jadi ya bisa jadi. Masalah ada tim atau tidak ya kamki pelajari dulu data-data lainnya, penyalurannya seperti apa segala macem. Kan kami juga enggak mau subsidi tidak tepat sasaran. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya