Berita

HM Prasetyo/Net

Wawancara

WAWANCARA

HM Prasetyo: Kami Berharap KPK Berani Menindak Semuanya, Jangan Hanya Jaksa

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 09:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan ada sem­bilan jaksa yang terlibat ka­sus korupsi dan dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2008. Dari jumlah tersebut, ada lima yang ditangkap di era HM Prasetyo menjabat sebagai Jaksa Agung. Terbaru KPK menangkap Kajari Pamekasan, Jatim Rudi Indra Prasetya 2 Agustus kemarin. Dia ditangkap saat akan menerima uang sebesar Rp 250 juta dari Agus Mulyadi, selaku Kades Dassok, dan Noer Solehhodin melalui Sutjipto Utomo di ru­mah Dinas Kajari. Bagaimana pandangan Jaksa Agung HM Prasetyo terkait hal? Berikut penuturan lengkapnya;

Apa tanggapan Anda atas OTT terhadap Kejari Pemekasan?
Kebetulan KPK menemukanoperasi tangkap tangan, ya silakan saja diperiksa. Saya tidak akan pernah membela, menghalangi, mencegah, dan seba­gainya.

Apa yang akan Kejaksaan lakukan terkait kasus ini?

Apa yang akan Kejaksaan lakukan terkait kasus ini?
Tentu akan diterapkan kode etik jaksa dalam penanganan ka­sus ini. Tapi penyidikannya oleh KPK silakan saja jalan terus.

Akibat kejadian ini Kejaksaankan jadi dicap jelek olehpublik. Apa tanggapan Anda?
Kalau di instansi satu orang pakai narkoba, apakah semuanya pakai narkoba? Tidak kan? Kalau salah satu di antaranya jadi bandar narkoba, atau back­ing bandar, apakah instansi ini jadi backing bandar narkoba? Nggak kan? Masalah ini harus dilihat satu per satu, kasuistik.

Meski begitu, kan sudah 5 orang jaksa yang tertangkap KPK di masa kepeminpinan Anda?
Ini masalah manusianya, dan itu kembali kepada pribadi masing-masing. Bahwa terbukti bersalah ya kita tindak. Banyak jaksa kok yang saya pecat.

Bukan karena pengawasan atau langkah pencegahannya tidak berjalan?
Bukan begitu. Kami itu selalu melakukan antisipasi, selalu ada pengawas yang turun. Ada inspeksi pimpinan, inspeksi umum, inspeksi kasus. Itu pengawasannya.

Lalu kenapa kejadian semacam ini tidak bisa dicegah?

Perlu diketahui, jaksa itu ada 10.000 orang lebih, dan di seluruh wilayah tanah air. Kami enggak mungkin peloto­tin satu-satu, setiap saat, setiap menit. Jadi ini kembali kepada oknumnya masing-masing. Saya sudah pesan ke mereka supaya bertugas dengan baik, dan bebas dari perbuatan tercela apa pun. Tapi yang namanya manusia kan, dalam satu keluarga saja ada yang nakal, apalagi 10.000 orang lebih.

Lalu apa yang akan kejak­saan lakukan untuk mengatasi para jaksa nakal tersebut?
Kami akan lakukan evaluasi dan terus meningkatkan penga­wasan. Kami enggak akan ber­henti, siapa pun yang salah harus dihukum. Selain itu juga saya mengharapkan batuan dari KPK, untuk memberantas para jaksa bermasalah ini. Saya su­dah bilang ke KPK, kalau ada oknum kejaksaan yang masih melakukan seperti itu silakan tindak saja, sepanjang ada fakta dan buktinya. Tentunya harus menggunakan prosedur yang benar

Kalau nanti jadi lebih ban­yak jaksa yang ditangkap bagaimana?
Justru yang kami harapkan KPK berani menindak semuanya. Jangan hanya jaksa. Apa di tempat lain bersih seperti kapas? Tidak juga kan. Kami berharap KPK harus ada keberanian, jan­gan ada tebang pilih. Yang pasti kami terbuka.

Akibat kasus ini beberapa ak­tivis antikorupsi terus mendesak Anda untuk mundur. Apa tang­gapan anda terkait hal ini?
Mereka jangan seperti jadi penonton sepak bola. Kalau mereka bermain sendiri apakah bisa? Kalau dia menjadi Jaksa Agung, apakah dia akan lebih baik? Kan belum tentu.

Karena seperti yang saya ka­takan tadi, jaksa itu kan 10.000 orang lebih. Enggak mungkin pelototin satu-satu, setiap saat, setiap menit. ***

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya