Berita

Kesehatan

Standar Akreditasi Rumah Sakit Cegah Kematian Balita

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 02:04 WIB | LAPORAN:

Kementerian Kesehatan mencatat, sejak 2009, terjadi 9 juta kematian balita di Indonesia. 2 juta balita meninggal setiap tahun akibat pneumonia.

Selain pnemonia, penyebab kematian bayi di Indonesia pada bayi usia 0-28 hari adalah prematur, diare dan infeksi.

Direktur PT Niaga Mutuprima Sejati Bernard Tjioe menjelaskan, pneumonia disebut sebagai forgetten killer atau pembunuh yang terlupakan.


Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, sekitar 5,9 juta kematian balita, sekitar 15 persennya setiap tahun diakibatkan pneumonia.

"Indonesia termasuk 10 besar, setidaknya ada dua sampai tiga anak meninggal dunia per jam karena pneumonia," ujar Bernard dalam keterangannya, Senin (7/8).

Dia mengatakan, penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus Pnemokokus atau bakteri Haemophilius dengan gejala sesak nafas dan batuk.

Karena itu, untuk meningkatkan keselamatan pasien terutama balita, PT Niaga Mutuprima Sejati mendukung upaya akreditasi rumah sakit. Di mana salah satu poin yang paling penting adalah keselamatan pasien.

Bernard memaparkan, terdapat enam sasaran keselamatan pasien, yakni ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang aktif, dan peningkatan keamanan obat. Kemudian kepastian tepat lokasi, prosedur dan operasi, penanganan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, serta penanganan pasien jatuh.

"PT Niaga Mutuprima Sejati selaku distributor produk safe to sleep mendukung rumah sakit di Indonesia dapat meningkatkan kinerja mengenai keselamatan pasien, khususnya bayi. Produk safe to sleep merupakan produk kesehatan yang berteknologi terkini, namun aman untuk kondisi bayi," bebernya.

Lanjut Bernard, pada tahap awal diperkenalkan pada rumah sakit dan masyarakat dua produk matras untuk bayi. Yang pertama adalah Safe to Sleep Prosystem yang dapat digunakan sebagai alas pada tempat tidur bayi dan terhubung dengan sebuah sistem yang dapat dikontrol secara komputerisasi. Sehingga sangat memudahkan perawat untuk mengetahui kondisi bayi tanpa menunggu sang bayi menangis.

"Safe to Sleep juga memperkenalkan matras bayi tipe STS200. Produk ini dapat digunakan di rumah sebagai alas tidur bayi yang dapat dikontrol melalui piranti smartphone menggunakan teknologi Bluetooth," demikian Bernard. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya