Berita

Masinton/Net

Hukum

Masinton Sesalkan Pimpinan KPK Membiarkan Novel 'Bernyanyi' Di Media

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 14:16 WIB | LAPORAN:

. Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menyesalkan sikap pimpinan KPK (KPK) yang terkesan membiarkan penyidik senior KPK Novel Baswedan "bernyanyi" di media. Seperti, menuding ada jenderal polisi aktif yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras di wajahnya.

"Sampai sekarang ada nggak kita dengar pimpinan KPK mencegah agar (Novel) tidak tuding sana-sini," ucap Masinton dalam diskusi bertajuk 'Cerita Novel, KPK dan Pansus DPR' di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).

Padahal menurut dia, apa yang dituduhkan oleh Novel itu sangat berbahaya bagi hubungan baik antara lembaga kepolisian dan KPK sendiri.


"Di swasta juga kalau bawahannya ngomong sana-sini ditegor pimpinannya. Pimpinan KPK diam sampai saat ini," sesalnya.

Lebih lanjut Wakil Ketua Pansus KPK ini mengaku melihat ada upaya penggiringan opini bahwa penyerangan terhadap Novel dilakukan oleh orang-orang yang tak ingin agenda pemberantasan korupsi oleh KPK berjalan dengan baik.

"Jangan diarah-arahkan faktor penyiraman itu dalam penanganan korupsi. Mungkin bisa saja ada penyebab atau faktor lain disiramnya Novel," terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini tak mau ikut larut dalam penggiringan opini seperti itu. Apalagi menurut dia tak sedikit prajurit TNI dan Polisi yang gugur dalam tugas, tapi penanganan kasusnya tak seheboh kasus Novel.

"Biarkan dalam waktu cepat bisa mengungkapnya. Serahkan penanganan kasus. Biarkan kepolisian jernih objektif menangani. Jangan kita arah-arahkan," pungkas Masinton. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya