Berita

Fadli Zon/net

Politik

TPF Novel Baswedan Dibentuk, Fadli Zon Dukung Jokowi

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 00:15 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon tidak mempermasalahkan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Kapolri Tito Karnavian untuk mengungkap kasus penyiraman terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Dalam menindaklanjuti perintah tersebut, Kapolri Tito kemudian membentuk tim pencari fakta (TPF) yang terdiri dari tim gabungan antara Polisi dengan KPK.

"Ya saya kira tidak ada masalah kalau ini merupakan keingan dari Presiden dan juga Polri," katanya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7).


Fadli berharap, adanya tim tersebut dapat mengungkap kasus Novel dengan lebih cepat lagi. Karena menurut dia, jika pemerintah sudah memutuskan harus dibentuk tim gabungan, berarti memang ada masalah dalam penanganan kasus tersebut.

"Kenapa ini sampai hampir 4 bulan tapi tidak ada satu penyelesaian? Saya kira ini satu sinyal memang ada masalah di dalam masalah pengungkapan ini. Kita berharap masalah ini cepat selesailah. Jangan diperpanjang," ujarnya.

Sebab menurut dia, kasus Novel merupakan kasus penegakan hukum yang sangat sederhana yang harusnya dapat diungkap dengan cepat. Apa lagi bukti-bukti awalnya seperti CCTV sudah ada.
 
"Ada satu tindak pelanggaran hukum dalam satu teror penyiraman air keras tinggal diungkap siapa yang melakukannya," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam suatu wawancara, Novel Baswedan pernah mengaku bahwa mengetahui ada keterlibatan jenderal polisi bintang tiga dalam penyiraman air keras di wajahnya. Fadli Zon mendorong agar Novel ungkap saja nama jenderal itu.

"Kan kalau saudara Novel mengatakan itu, tinggal diungkap siapa kira-kira. Benarkah ada keterlibatan itu? Kalau memang benar, ya tentu perlu ada satu tindakan sesuai hukum yang berlaku. Kalau tidak benar, berarti kan harus diklarifikasi. Tidak boleh menuduh," tegasnya.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya