Berita

Net

Politik

PAN Konsisten Dukung Pemerintah Sampai 2019

SENIN, 31 JULI 2017 | 15:59 WIB | LAPORAN:

Belakangan ini beredar di media sosial pernyataan Partai Amanat Nasional (PAN) soal sikap politik. Di mana, terdapat sikap penolakan terhadap salah seorang calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta lalu, penolakan pembubaran ormas tanpa pengadilan, serta menolak presidential threshold sebesar 20 persen.

"Kalau dengan ketiga sikap di atas PAN dinilai tidak bisa dipertahankan di dalam koalisi dan presiden menghentikan koalisi dengan PAN, dan memberhentikan kader PAN dari kabinet. Tentunya PAN dengan kepala tegak siap menerimanya, PAN hanya taat pada konstitusi, berkoalisi bukan untuk melawan konstitusi," isi pernyataan yang viral tersebut.

Menanggapi hal tersebut Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno menilai bahwa pernyataan itu bukanlah sikap resmi yang dirilis partainya.


"Saya menduga yang membuat dan memviralkan konten tersebut bukan kader PAN," katanya kepada wartawan, Senin (31/7).

Menurut Eddy, bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanas-manasi hubungan PAN dengan pemerintah selama ini.

"Ketika PAN berbeda pandangan dengan partai-partai pendukung pemerintah lainnya. Terkesan ada pihak yang ingin memperkeruh suasana antara PAN dengan pemerintah," beber Eddy.

Padahal, lanjutnya, dalam demokrasi berbeda pendapat dan pemikiran adalah hal yang sangat lazim.

"Inilah bunga-bunga demokrasi. Sehingga perbedaan tersebut jangan dilihat sebagai pembangkangan terhadap komitmen awal PAN terhadap pemerintah, namun sebagai masukan yang patut dipertimbangkan. Di sinilah dituntut kearifan kita dalam berpolitik ketika menyikapi sudut pandang yang belum sejalan dengan parpol koalisi pemerintah. Dalam satu rumah saja, saudara sedarah daging belum tentu akur selamanya. Namun perbedaan ini tidak lantas menjadikan mereka mantan kakak atau adik," jelasnya.

"Sejauh ini komunikasi antara PAN dengan pemerintah tetap lancar dan kondusif," tegas Eddy. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya